Manfaat air kelapa..   Leave a comment

Air kelapa merupakan cairan paling murni kedua setelah air. Air kelapa hanya mengandung sedikit karbohidrat dan 99 persen bebas lemak serta rendah gula. Kandungan gula yang terdapat dalam air kelapa bersifat alami dan tidak diproses seperti minuman lain yang diberi tambahan gula.

Dibandingkan dengan sport drink, air kelapa hanya mengandung sedikit sodium, tetapi memiliki lebih banyak potasium. Air kelapa tidak hanya berisi air, tetapi juga mengandung nutrisi. Dalam 30 ml air kelapa terkandung 61 mg potasium, 5,45 mg sodium, dan 1,3 mg gula. Kandungan lainnya adalah magnesium, kalsium, vitamin B dan C, zinc, selenium, iodine, serta sulfur.

Tak heran jika air kelapa mengandung beragam manfaat kesehatan sebagai berikut:

1. Membuat tubuh hidrasi
Salah satu manfaat kesehatan air kelapa adalah kemampuannya menghidrasi tubuh. Air kelapa mengandung semua elektrolit yang dibutuhkan tubuh seperti sodium, potasium, klorida, kalsium, dan magnesium. Elektrolit ini bersama air minum memegang peran penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi terutama selama dan setelah kegiatan olahraga yang menguras keringat.

2. Membantu menurunkan berat badan
Air kelapa terkenal akan kandungan kalorinya yang rendah. Karena itu, jika Anda ingin menurunkan berat badan, gantilah kebiasaan mengonsumsi minuman berkalori tinggi seperti soda, kafein, atau jus buah dengan air kelapa.

3. Meningkatkan sistem imun
Air kelapa ternyata juga mengandung asam lauric yang juga ditemukan pada ASI. Fungsi asam ini adalah antimikroba, antibakteri, serta antijamur. Air kelapa yang diminum secara teratur sangat baik untuk meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan berbagai virus dan penyakit.

4. Meningkatkan sirkulasi
Air kelapa membantu membawa nutrisi dan oksigen ke dalam sel darah dan meningkatkan metabolisme. Selain itu, air kelapa juga bisa membantu membersihkan saluran pencernaan.

5. Menghilangkan mual
Penderita demam tifoid, malaria, atau penyakit lain yang menimbulkan rasa mual bisa mencoba mengonsumsi air kelapa untuk mengurangi rasa mual.

6. Mengobati pasien kolera
Air kelapa mengandung albumen alami sehingga cocok menjadi minuman darurat pada pasien yang terinfeksi kolera.
7. Baik untuk pencernaan
Komponen air kelapa mengandung berbagai enzim bioaktif yang bisa membantu mengatasi masalah pencernaan dan metabolisme. Konsumsi air kelapa secara teratur efektif untuk mengatasi rasa tidak nyaman di perut.

8. Menjaga keseimbangan elektrolit
Air kelapa merupakan sumber potasium yang baik. Dalam satu sajian air kelapa terkandung 220 mg potasium. Elektrolit ini dibutuhkan tubuh setiap hari untuk menjaga fungsi kontraksi jantung.

9. Mengatasi infeksi saluran kencing
Air kelapa sangat disarankan untuk mereka yang menderita batu ginjal dan saluran kemih. Minum air kelapa secara teratur disebutkan membantu memecah batu ginjal sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

10. Menjaga kesehatan kulit
Air kelapa bekerja seperti halnya pelembab ringan dan juga mengurangi kelebihan minyak di kulit. Manfaat lainnya adalah melembutkan kulit bertipe kombinasi. Anda bisa menggunakan air kelapa untuk mandi atau memilih lotion kulit yang terbuat dari kelapa. Air kelapa juga bisa dipakai untuk membasuh wajah setelah mengenakan masker, terutama untuk mereka yang memiliki jenis kulit berminyak.

Posted September 13, 2011 by raifki in Uncategorized

manfaat susu kambing etawa   Leave a comment

Manfaat Susu Kambing Etawa

Pada umumnya susu kambing etawa dijual dalam bentuk segar, namun sebenarnya susu kambing etawa juga dapat diolah menjadi produk lain seperti yogurt, keju, karamel .Desa Tlogoguwo di Kec Kaligesing Kab Purworejo sudah ada beberapa pengusaha yang menajadi pionir dalam pengolahan susu Kambing Etawa ini ,walaupun belum dalam sekala yang besar , dan pada umumnya masyarakat di lingkungan ternak kambing ini berasal memang belum mengoptimalkan hasil produksi susu kambing etawa ini,Kebanyakan para peternak masih mengarah pada pembibitan kambing etawa atau sebagai penghasil bibit kambing .belum mengarah pada prospek bisnis kambing etawa yang lain

Sebenarnya jika kita perhatikan dan memiliki pengetahuan dasar yang kadang di berikan para pakar peternakan dan para peneliti yang berkunjung di daerah ini menunjang sekali untuk lebih instensif mengolah hasil susu kambing etawa ini ,sebab menurut para ahli menerangkan bahwa susu kambing etawa ini memiliki kesetaraan paling dekat dengan ASI

Butiran lemak susu kambing etawa berukuran antara 1-10 milimikron sama dengan susu sapi, tetapi jumlah butiran lemak yang berdiameter kecil dan homogen lebih banyak terdapat pada susu kambing sehingga susu kambing lebih mudah dicerna alat pencernaan manusia, susu kambing etawa tidak akan menimbulkan diare pada orang yang mengkonsumsinya.

susu kambing etawa

Susu kambing segar etawa ini juga tidak memiliki kandungan karoten, sehingga warna susu kambing lebih putih daripada susu sapi.,sedangkan menurut para ahli kesehatan ,susu kambing atawa ini memiliki kasiat antara lain sebagai berikut

Terapi untuk penyakit TBC,Mampu mengontrol kadar kolesterol dalam darah,Meningkatkan kesehatan kulit wajah,Membantu memulihkan kondisi orang yang baru sembuh dari sakit,Kandungan gizi susu kambing dapat meningkatkan pertumbuhan bayi dan anak-anak serta membantu keseimbangan proses metabolisme tubuh, mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, membantu pembentukan sel darah merah dan jaringan tubuh. untuk mengembalikan zat besi setelah haid, kekurangan darah (anemia), kehamilan serta pendarahan setelah melahirkan. Kandungan mineralnya memperlambat proses osteoporosis.

Nah ini hanya sebagian kecil dari manfaat susu kambing etawa sedangakan manfaat yang lain memang masih terus di kembangkan oleh para ahli kesehatan yang juga berdasar pada teori dan pengalaman

Posted May 3, 2011 by raifki in Uncategorized

manfaat ubu jalar ungu   Leave a comment

Manfaat ubi jalar bagi kesehatan
Bagi kesehatan sekarang jangan pernah lagi menyia-nyiakan ubi jalar karena khasiatnya lebih dahsyat untuk menjaga kesehatan tubuh. Bahan pangan ini mulai banyak diminati konsumen karena mempunyai komposisi gizi yang baik dan memiliki fungsi fisiologis tertentu bagi kesehatan tubuh. Keberadaan senyawa antosianin pada ubijalar yaitu pigmen yang terdapat pada ubijalar ungu atau merah dapat berfungsi sebagai komponen pangan sehat dan paling komplet. Bagi penderita yang mabuk jalan atau sering muntah-muntah, serta ibu-ibu hamil muda yang sering muntah-muntah silahkan mencoba ubi jalar dan rasakan manfaatnya.

Sekelompok Antosianin yang tersimpan dalam ubi jalar mampu menghalangi laju perusakan sel radikal bebas akibat Nikotin, polusi udara dan bahan kimia lainnya. Antosianin berperan dalam mencegah terjadinya penuaan, kemerosotan daya ingat dan kepikunan, polyp, asam urat, penderita sakit mah (asam lambung, penyakit jantung koroner, penyakit kanker dan penyakit-penyakit degeneratif, seperti arteosklerosis. Selain itu, antosianin juga memiliki kemampuan sebagai antimutagenik dan antikarsinogenik terhadap mutagen dan karsinogen yang terdapat pada bahan pangan dan olahannya, mencegah gangguan pada fungsi hati, antihipertensi dan menurunkan kadar gula darah (antihiperglisemik). Hampir semua zat gizi yang terkandung dalam ubi jalar ungu mendukung kemampuannya memerangi serangan jantung koroner.

Ubi jalar yang termasuk umbi-umbian murah ini jarang masuk dalam menu keluarga kita, padahal di dapur Barat dan Asia Timur Raya seperti Jepang, ubi jalar merupakan primadona dan harga yang relatif mahal. Pada perayaan hari besar besar, seperti Natal dan Thanksgiving Day, penduduk AS lazim membuat sajian eksklusif dari ubi jalar seperti cake, kue kering, pure pelengkap steak atau salad, es krim, puding, muffin, souffle, pancake, kroket, sup krim, maupun sebagai taburan hidangan panggang (au gratin).

Mengapa pilih yang ungu atau merah ? Dibanding ubi jalar putih,tekstur ubi jalar merah/ungu memang lebih berair dan kurang masir (sandy), tapi lebih lembut. Rasanya tidak semanis yang putih padahal kadar gulanya tidak berbeda. Ubi jalar putih mengandung 260 mkg (869 SI) betakaroten per 100 gram, ubi merah yang berwarna kuning emas tersimpan 2900 mkg (9675 SI) betakaroten, ubi merah yang berwarna jingga 9900 mkg (32967 SI). Makin pekat warna jingganya. makin tinggi kadar betakarotennya yang merupakan bahan pembentuk vitamin A dalam tubuh. Secangkir ubi jalar merah kukus yang telah dilumatkan menyimpan 50000 SI betakaroten, setara dengan kandungan betakaroten dalam 23 cangkir brokoli,yang menggembirakan perebusan hanya merusak 10% kadar betakaroten, sedangkan penggorengan atau pemanggangan dalam oven hanya 20%. Namun penjemuran menghilangkan hampir separuh kandungan betakaroten, sekitar 40%.

Menyantap seporsi ubi jalar merah kukus/rebus sudah memenuhi anjuran kecukupan vitamin A 2100 – 3600 mkg sehari.Didukung Pasukan Zat Gizi Lain Selain betakaroten, warna jingga pada ubi jalar juga memberi isyarat akan tingginya kandungan senyawa lutein dan zeaxantin, pasangan antioksidan karotenoid. Keduanya termasuk pigmen warna sejenis klorofil merupakan pembentuk vitamin A. Lutein dan zeaxantin merupakan senyawa aktif yang memiliki peran penting menghalangi proses perusakan sel. Ubi jalar merah juga kaya vitamin E.Dari 2/3 cangkir ubi merah kukus yang dilumatkan diperoleh asupan vitamin E untuk memenuhi kebutuhan sehari. Satu buah sedang (100 g) ubi jalar merah kukus hanya mengandung 118 kalori, 1/4 kalori sepotong black forest cake. Zat gizi lain dalam ubi jalar merah adalah kalium, fosfor, mangan dan vitamin B6. Jika dimakan mentah ubi jalar merah menyumbang cukup vitamin C. Makan 1 buah sedang ubi jalar merah mentah sudah memenuhi 42 % anjuran kecukupan vitamin C sehari. Dibanding dengan havermut (oatmeal), ubi jalar merah lebih kaya serat, khususnya oligosakarida. Menyantap ubi jalar merah 2 – 3 kali seminggu membantu kecukupan serat. Apabila dimakan bersama kulitnya menyumbang serat lebih banyak lagi. Khasiat Betakaroten Si Provitamin A Khasiat ubi jalar merah sebagai “obat mata” telah terbukti di Irian Jaya (Papua). Awalnya 0.5 % penduduknya menderita bercak bitot (xeroftalmia) , bercak putih kapur pada kornea mata. Penyakit kekurangan vitamin A ini dapat menyebabkan kebutaan.Setelah kebiasaan mereka menyantap ubi jalar merah berikut daunnya tak ada lagi penderita. Manfaat lain ubi jalar merah mengendalikan produksi hormon melatonin yang menghasilkan kelenjar pineal di dalam otak. Melatonin merupakan antioksidan andal yang menjaga kesehatan sel dan sistem saraf otak, sekaligus mereparasinya jika ada kerusakan. Kurang asupan vitamin A menghambat produksi melatonin dan menurunkan fungsi saraf otak sehingga muncul gangguan tidur dan berkurangnya daya ingat. Keterbatasan produksi melatonin berbuntut menurunkan produksi hormon endokrin, sehingga sistem kekebalan tubuh merosot. Kondisi ini memudahkan terjadinya infeksi dan mempercepat laju proses penuaan. Ubi jalar merah yang berlimpah vitamin A & E dapat mengoptimumkan produksi hormon melatonin. Dengan rajin makan ubi jalar merah, ketajaman daya ingat dankesegaran kulit serta organ tetap terjaga. Yang unik, kombinasi vitamin A (betakaroten) dan vitamin E dalam ubi jalar merah bekerja sama menghalau stroke dan serangan jantung. Betakarotennya mencegah stroke sementara vitamin E ubi jalar merah mecegah terjadinya penyumbatan dalam saluran pembuluh darah, sehingga munculnya serangan jantung dapat dicegah. Manfaat tersebut didukung pula oleh kandungan serat dalam ubi jalar merah. Sebagian besar serat ubi jalar merah merupakan serat larut, yang bekerja serupabusa spon. Serat menyerap kelebihan lemak/ kolesterol darah, sehingga kadar lemak/ kolesterol dalam darah tetap aman terkendali. Serat alami oligosakarida yang tersimpan dalam ubi jalar merah ini sekarang menjadi komoditas bernilai dalam pemerkayaan produk pangan olahan, seperti susu. Selain mencegah sembelit, oligosakarida memudahkan buang angin. Hanya pada orang yang sangat sensitif oligosakarida mengakibatkan kembung. Diversifikasi pangan baru sebatas anjuran, realisasinya belum banyak dilaksanakan. Pejabat pemerintah harus berani menganjurkan kalau sedang rapat makanannya dari umbi-umbian termasuk telo. Litbang Pertanian saat ini sudah menganjurkan bahwa sebaiknya snack dalam rapat menampilkan menu dari pangan.

Posted May 3, 2011 by raifki in Uncategorized

manfaat kacang hijau   Leave a comment

Manfaat kacang Hijau
Tak seperti sayur lain yang makin lama direbus khasiatnya akan berkurang, kacang hijau justru tak terpengaruh oleh panas. Selain mengandung berbagai vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya, kacang hijau juga bisa membantu menyembuhkan penyakit.

Kacang hijau merupakan sumber protein nabati, vitamin (A, B1, dan C), serta beberapa mineral. Kelebihan kacang hijau adalah kecambahnya (tauge) mengandung vitamin E yang tidak ditemukan pada kacang tanah dan kedelai.

Menurut Ir I.G.A. Ari Agung M., dosen Program Studi Teknologi Pangan dan Gizi Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, kandungan gizi yang terdapat dalam 110 gram kacang hijau antara lain, 345 kalori, 22,2 gram protein, 1,2 gram lemak, dan sisanya berupa vitamin A, B1, 1,157 IU, mineral fosfor, zat besi, dan mangan.

Berbagai penyakit maupun gangguan yang bisa diatasi dengan mengasup kacang hijau antara lain beri-beri, radang ginjal, melancarkan pencernaan, tekanan darah tinggi, keracunan alkohol, pestisida, timah hitam, mengurangi gatal karena biang keringat, muntaber, menguatkan fungsi limpa dan lambung, impotensi, TBC paru-paru, jerawat, mengatasi flek hitam di wajah, dan lain-lain.

Selain itu, kacang hijau juga bisa menurunkan demam. Bahkan menurut hasil penelitian, kacang hijau adalah penurun demam terbaik bila dibandingkan dengan ramuan tradisional lainnya. Hebatnya lagi, biar direbus lama, sampai hancur, kacang hijau tetap berkhasiat, tidak terpengaruh dengan panas. Berbeda dengan kacang, sayur, buah, dan bahan ramuan tradisional lainnya yang bila direbus terlalu lama, akan menurunkan khasiat pengobatannya.

Aneka Ramuan Kacang Hijau Ada banyak macam penyakit yang bisa dibantu penyembuhannya dengan mengasup kacang hijau. Berikut ini beberapa ramuan kacang hijau yang bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Dari berbagai sumber ramuan-ramuan ini diambil, salah satunya dari Drs. Didik Gunawan, Apt. S.U., dosen pada Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
1. Pelancar kencing
pipisBahan:
– 30 gram kacang hijau
– 30 gram daun sendok
-400 cc air
-madu secukupnya

Cara Membuat : Rebus kacang hijau dengan daun sendok dalam air 400 cc. Masaklah ramuan dalam periuk tanah sampai matang. Sesudah dingin, tambahkan madu secukupnya. Minum ramuan ini secara teratur sampai kencing tidak tersendat-sendat lagi.
2. Sakit Perut
sakit perutBahan:
– 60 gram kacang hijau mentah
– 15 biji merica
– 3 gram kayu manis
– 3 gram pala
– 3 gram kapulaga
– 3 gram cengkeh
– 2 ruas jahe
– 1 liter air

Cara Membuat : Rebus kacang hijau, merica, kayu manis, pala, kapulaga, cengkih, dan dua ruas jahe dengan satu liter air. Panaskan sampai larutan menjadi 1/2 liter. Setelah dingin, minumlah air rebusan tersebut.
3. Meningkatkan gairah seksual pria
pria perkasaBahan:
– 30 gram kacang hijau
– 2 ruas jahe
– 15 gram merica
– 15 gram adas
– 15 gram pulosari
– 15 gram kucai
– 15 gram biji paria
– 15 gram biji ketumbar
– 600 cc jahe

Cara Membuat : Rebus kacang hijau bersama-sama jahe, merica, adas, pulosari, biji kucai, biji paria, dan biji ketumbar dengan air 600 cc. Biarkan hingga air menjadi 300 cc. Setelah dingin, minum teratur sampai terbukti khasiatnya.
4. Rambut rontok
rambut rontokBahan :
– segenggam kacang hijau
– satu gelas belimbing air

Cara Membuat : Kacang hijau direbus dengan air. Perhatikan saat merebus jangan sampai kacangnya pecah. Setelah tampak agak matang dan tidak pecah, segera angkat wadah untuk merebus. Setelah dingin, air rebusan kacang hijau ini digunakan untuk membasahi kulit kepala sembari dipijat. Biarkan kering, baru keramas

Posted May 3, 2011 by raifki in Uncategorized

manfaat beras merah   Leave a comment

Segudang Manfaat Beras Merah Post under Pertanian | Jumat, Juni 20, 2008 Oleh Dede Suhaya KAPAN terakhir kali anda makan nasi merah? Mungkin sudah lupa tuh, atau kalau ingat pernah ketika masih anak-anak, atau sewaktu masih bayi umur 6 bulan. Kini yang pasti, menurut pengamatan, beras merah sudah jarang ditemui atau diperdagangkan di pasaran, apalagi dikonsumsi. Apa penyebabnya? Tidak diketahui secara pasti, mungkin saja karena tidak ada yang mau membudidayakannya atau karena sedikit peminatnya. Ibu-ibu rumah tangga yang setiap hari menyajikan nasi putih untuk keluarganya, mungkin sudah lupa dengan beras merah, begitupun warung-warung nasi dan restoran tak pernah menghidangkan menu dengan nasi merah. Anak-anak sekarang mungkin hanya mengenal nasi yang berwarna putih (dan mungkin ’kuning’), mereka tidak mengenal ada beras merah (sebenarnya berwarna coklat), karena setiap hari disodori nasi putih oleh orangtuanya. Kalau anda ingin mencicipi beras merah, mungkin anda harus menjadi bayi dulu karena sekarang ada makanan instan bayi terbuat dari beras merah, atau anda mesti disihir dulu menjadi unggas, baru bisa menikmati rasa beras yang kini banyak dijual sebagai pakan burung. Sayang sekali, santapan yang begitu menyehatkan itu harus hilang dari peredaran. Bila dibandingkan dengan beras putih yang kita konsumsi sehari-hari, beras merah atau dalam bahasa Inggrisnya brown rice, jauh lebih bermanfaat bagi kesehatan, orang awam sekalipun tahu akan kelebihan oryza sativa yang satu ini. Perbedaan antara beras merah dan beras putih tidak sekadar soal warna. Sebutir beras memiliki beberapa lapisan. Hanya lapisan paling luar, yaitu kulit padi atau sekam, yang dihilangkan dalam memproduksi beras merah. Sekali proses penggilingan ini menghasilkan yang namanya beras merah pecah kulit. Komoditas inilah yang biasa digunakan sebagai campuran makanan instan bayi atau dijual sebagai pakan burung. Proses ini sedikit merusak nilai nutrisi beras. Bila beras merah selanjutnya digiling beberapa kali, akan menghilangkan dedak dan lapisan lembaga, hasilnya adalah beras putih, sebagai beras yang telah kehilangan banyak zat gizinya. Penggosokan (digiling dan dicuci berkali-kali) akan menghilangkan lapisan aleurone butir beras – suatu lapisan yang mengandung lemak-lemak esensial yang berguna bagi kesehatan. Bila lemak ini bersentuhan dengan udara pada proses pembersihan, akan sangat sensitif sehingga terjadi oksidasi. Pembersihan lapisan ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan ketahanan simpan komoditas ini. Hasilnya berupa beras putih yang tak ada bedanya dengan tepung yang dimurnikan, yang terbuang sebagian besar gizi aslinya. Dalam setiap 50 gram sajian beras merah, mengandung 4 gr protein, 55 mg magnesium. Ia juga memiliki 1 mg lemak dan serat plus sejumlah mineral lainnya minus sodium, selebihnya adalah karbohidrat. Bila dilakukan penggilingan dan pencucian berkali-kali pada beras merah hingga menjadi putih, terbukti bisa merusak 67% vitamin B3, 80% vitamin B1, 90% vitamin B6, setengahnya mangan, setengahnya fosfor, 60% besi, dan menghilangkan serat serta asam lemak esensialnya. Untuk menggantikan zat gizi yang hilang dalam proses penggilingan dan penggosokan ini, biasanya dilakukan “pengayaan” dengan vitamin B1, B3 dan besi. Namun upaya ini tidak memulihkan sepenuhnya, sekurangnya 11 zat gizi hilang dan tidak dapat digantikan dengan proses ”pengayaan” ini. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa dengan mengkonsumsi beras merah secara teratur, ada banyak manfaat penting bagi kesehatan tubuh. Dalam peringkat makanan, beras merah menduduki ranking pertama sebagai sumber mangan, selain sumber mineral selenium dan magnesium. Cukup secangkir beras merah mampu menyediakan 88% mangan setiap harinya. Mineral ini membantu menghasilkan energi dari protein dan karbohidrat, mineral ini pun memegang peran utama dalam sintesa asam-asam lemak yang penting untuk kesehatan sistem saraf, dan dalam produksi kolesterol, yang digunakan tubuh dalam menghasilkan hormon-hormon seks. Mangan juga komponen yang penting bagi enzim antioksidan penting yang disebut superoxide dismutase yang memberi perlindungan akibat radikal bebas selama proses metabolisme dalam tubuh. Bagi orang-orang yang khawatir akan risiko kanker usus, beras merah memiliki dua fungsi, selain sumber serat yang perlu untuk meminimalisir lamanya zat-zat penyebab kanker kontak dengan sel-sel usus, selain juga menjadi sumber selenium, mineral yang justru mereduksi risiko kanker usus. Walaupun butiran beras ini mengandung minyak, namun kolesterolnya sangat rendah, bahkan dalam suatu studi di Universitas Negara Bagian Louisiana, AS, menemukan bahwa minyak dedak beras ini bisa menurunkan kolesterol jahat (LDL) pada tubuh manusia. Manfaat kesehatan dari beras merah adalah seratnya, secangkir beras merah mampu menyediakan 14% serat setiap harinya. Serat ini telah terbukti menurunkan kolesterol tinggi, juga menghambat aterosklerosis. Serat beras merah pun berperan dalam mengontrol tingkat gula darah, sehingga menjadi pilihan terbaik bagi penderirta diabetes. Menurut riset Dr. Rui Hai Liu dari Universitas Cornell, seperti halnya buah-buahan dan sayuran, beras merah juga mengandung fenolik, salahsatu zat antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas pemicu kanker. Angka aktivitas antioksidan beras merah menurut hasil riset tsb adalah 56, sementara brokoli 80, bayam 81, apel 98, pisang 65, jagung 181, dan gandum 77. Magnesium, yang terkandung dalam beras merah, menurut beberapa studi mampu menurunkan keakutan asma, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan frekuensi migrain, dan menurunkan risiko serangan jantung serta struk. Magnesium membantu mengatur irama saraf dan otot dengan menyeimbangkan aksi kalsium. Magnesium juga perlu untuk kesehatan tulang. Sekitar dua pertiga magnesium di dalam tubuh manusia ditemukan dalam tulang. Secangkir beras merah akan memberi anda 21% keperluan sehari-hari akan magnesium. Itulah ’sebagian kecil’ dari segudang manfaat mengkonsumsi beras merah, tak akan cukup membahasnya dalam forum terbatas ini. Banyak pakar menyebutkan, beras merah merupakan salahsatu pakan paling menyehatkan di dunia. Jadi, mengapa kita tidak mencoba mempopulerkan lagi makanan pokok berkhasiat ini. (Dede Suhaya/dari berbagai sumber)*** Tips Memilih dan Menyimpan Beras Merah BERAS biasanya dijual dalam bentuk karungan, dibungkus dengan kemasan dengan mencantumkan harga, dan eceran atau curah. Bila membeli beras merah dalam bentuk kemasan, periksa tanggal kedaluarsanya, berhubung dengan minyak-minyak alamiah yang terkandung, beras merah berpotensi menjadi tengik bila disimpan terlalu lama di udara terbuka. Untuk menghindari zat-zat pencemar yang malah merugikan tubuh, usahakan memilih beras merah yang ditanam petani secara organik. Beras dari padi yang dibudidaya secara konvensional berpotensi mengandung residu pestisida atau pupuk kimia. Bila membeli beras dalam jumlah banyak, yakinkan wadah yang berisi beras itu ditutup dan toko tersebut memiliki penggantian produk (turnover) yang baik untuk meyakinkan kesegaran produk yang maksimal. Dimanapun membeli beras dalam jumlah banyak atau dalam kemasan paket, yakinkan tidak terdapatnya uap air. Karena beras merah masih mengandung lembaga yang kaya minyak, ia sangat sensitif menjadi tengik dibanding beras putih, dan sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin. Sebelumnya dibungkus dengan wadah kedap udara, beras merah akan tetap segar disimpan dalam jangka waktu sekitar enam bulan. Sementara varietas beras putih juga sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara, juga bisa disimpan di tempat sejuk dan kering. Disimpan dengan benar, beras putih akan tahan hingga satu tahun. Penyimpanan nasi atau beras yang sudah ditanak merupakan kontroversi. Beberapa organisasi merekomendasi 4-7 hari penyimpanan di dalam lemari pendingin, namun beberapa pakar tidak menyarankan menyimpannya terlalu lama. Sebaiknya satu kali menanak nasi langsung dikonsumsi jangan disisakan. Nasi yang disimpan terlalu lama pada suhu tertentu apalagi hadirnya uap air, spora bakteri, atau jamur, berpotensi mengandung toksin.

Posted May 3, 2011 by raifki in Uncategorized

cara pembuatan kopi   Leave a comment

Proses Pembuatan Kopi Luwak

kabarLinggau.Com-Salah satu jenis kopi paling fenomenal ini, telah menyedot begitu banyak perhatian masyarakat, dari proses pembuatannya yang menimbulkan kontroversi, karena di produksi dari hasil hewan luwak yang memakan buah kopi dan setelah di keluarkan bersama kotorannya, barulah kopi ini di olah lebih lanjut untuk menjadi kopi bubuk.
sehingga MUI pun turun tangan untuk mengeluarkan Fatwa bahwa kopi luwak HALAL dengan syarat di cuci sampai bersih ( hilang najis kotoran sang luwak itu )
bagaimanakah proses pembuatan kopi luwak ini..????
silahkan lihat foto-foto yang proses dibawah ini yang bersumber dari kopipremium.blogspot.com sebuah blog yang menyediakan informasi seputar kopi luwak.1. bahan berupa biji kopi yang sudah tua / merah benar / masak di pohon

2.  Buah di petik, di pilih yang benar-benar masak, diberikan kepada luwak untuk dimakan, luwak akan memilih jenis biji kopi yang benar-benar masak, bagus, dan yang paling tua atau yang paling manis

3.  setelah proses di atas tentunya yang di harapkan hasilnya adalah kotoran luwak yang keluar bersama biji kopi yang tidak bisa di cerna atau di sebut brenjel . seperti gambar dibawah ini

4.  Selanjutnya kotoran luwak di kumpulkan dan di cuci dengan air yang mengalir, sampai benar-benar bersih, proses ini biasanya berlangsung cukup lama, hingga di dapatkan biji kopi yang masih terbungkus kulit tanduk yang berwarna putih kekuningan.

5. Setelah biji kopi benar-benar bersih, selanjutnya di lakukan proses pengeringan / proses penjemuran yang benar-benar sempurna  untuk mengurangi kadar air, agar memudahkan proses pengelupasan kulit tanduk

6. selanjutnya proses pengelupasan kulit tanduk, bisa di lakukan cara tradisional dengan menumbuknya tidak terlalu kuat, yang terpenting kulit nya mengelupas.

7. dan inilah dari proses pengelupasan kulit tanduk pada biji kopi

8. dengan cara manual, kita pisahkan satu persatu biji kopi yang terkelupas dan yang masih mengandung kulit tanduk, hasilnya biji kopi berkulit ari yang berwarna putih keperakan. dari 500 gram biji kopi berkulit tanduk akan di hasilkan biji kopi berkulit ari seberat 442 gram

9. selanjutnya kulit ari di hilangkan dengan cara di cuci berulang-ulang sampai benar-benar bersih, dan biji kopi yang terapung akan di buang

10. Selanjutnya biji kopi yang telah bersih di tiriskan dan di jemur sampai benar – benar kering dengan cara membolaki-baliknya.

11. dan inilah hasil akhir pengolahan biji kopi menjadi biji kopi luwak

dan tentu proses ini masih panjang, masih perlu di roasting, giling/ grinding, dan tentu saja di seduh baik cara tradisional yaitu di buat kopi tubruk, espresso, kopi drip, french press dan sebagainya.

semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kita semua , sebagai sebuah informasi yang mencerahkan dan memperluas wawasan kita

Posted May 2, 2011 by raifki in Uncategorized

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan   Leave a comment

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

Tips Ringkas mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Submitted by KHARISMA on Sun, 2006-01-01 00:00. Berita

Yang perlu diperhatikan dimana saja kapan saja bila terjadi kecelakaan adalah ABC-nya yaitu: A: airway (jalan napas), B: breathing (pernapasan), dan C: circulation (sirkulasi).
Yang dimaksud jalan napas disini adalah apakah jalan nafas tersumbat atau bebas, sedangkan pernapasan adalah apakah pernapasan ada atau tidak dan sirkulasi adalah melihat apakah sirkulasi darah stabil atau tidak hal ini dapat dinilai dengan memegaang denyut nadi dileher, apakah masih ada atau tidak .

Tindakan yang harus dilakukan sesuai juga dengan urutan di atas, yaitu ABC. Tindakan ini dinamakan juga resusitasi, sebelum melakukan resusitasi ada tiga langkah tindakan yaitu:

  1. Penentuan kesadaran: penderita dipanggil. Jika tidak ada jawaban, diketok atau dicubit.
  2. Usahakan ambulans, polisi dan pertolongan lain.
  3. Terlentangkan penderita agar siap diresusitasi. Perhatikan tulang belakang dan leher. Posisi penyelamat di sisi kanan penderita.Lihat gambar disamping.I. Tindakan Resusitasi

A (Airway) Membebaskan jalan napas

Bila penderita tidak bernafas bebaskan jalan nafas. Ada tidaknya nafas terbukti dengan tidak adanya hembusan nafas dari hidung dan mulut.

A. Jalan nafas tertutup oleh lidah dan mungkin oleh pangkal tenggorokan karena lidah jatuh ke belakang.

B. Extensi (dongakan) kepala ke arah belakang sehingga lidah terdorong ke depan. Hindari posisi leher penderita yang tertekuk. Dengan menghindari posisi leher yang tertekuk biasanya napas bisa kembali normal.

Letak rahang (posisi kepala) dipertahankan selama penderita belum sadar.
Perhatikan: bila dicurgai kemungkinan cedera tulang jangan lakukan (hiper)extensi kepala.

B (Breathing) Ventilasi Paru (napas buatan)

Setelah melakukan tindakan A, lakukan kembali penilaian pernafasan. Seperti pada A penilaian pernafasan dilakukan dengan meraba keluarnya udara dari mulut dan atau hidung, dan dengan memperhatikan gerakan pernafasan dada atau perut yang teratur. Jika tidak ada pernafasan setelah jalan nafas bebas (A) tindakan B segera dimulai. Dengan posisi penderita yang sama seperti A lakukan nafas buatan.

Sambil menutup hidung (tangan kiri) dan menahan rahang bawah di depan, hembuskan udara dengan cukup kuat ke dalam jalan napas penderita.

Perhatikan bahwa dada harus mengembang naik dan dada turun sebagai tanda ekspirasi (keluarnya udara) pasif.

Napas buatan gagal bila tidak terdapat tanda ekspirasi pasif. Bila terlihat benda asing di tenggorokkan, maka tindakan berikutnya adalah membersihkan dan membebaskan jalan napas dari benda asing, karena salah satu tanda adanya benda asing adalah gagalnya ekspirasi pasif. Cara mengeluarkan benda asing lihat tulisan “Bila benda asing masuk ke dalam tubuh” pada bagian “Kritis benda asing masuk ke dalam saluran pernafasan. Setelah mengeluarkan benda asing lakukan tindakan berikutnya.

C: Circulation : Peredaran darah

Setelah dilakukan tindakan A dan B atau mengeluarkan benda asing yang masuk kembali periksa pernapasan penderita atau menetukan terhentinya jantung atau tidak.

Penentuan henti jantung dilihat dari tanda-tanda: penderita tidak sadar, tidak ada pernapasan dan tidak ada denyut nadi di leher. Jika diagnosis henti jantung ditegakkan, masase jantung melalui kempaan dada harus segera dimulai (Tindakan C). Tindakan ini jika dilakukan dengan cara yang salah akan menimbulkan penylit-penyulit sebagai berikut : Patah tulang iga, patah tulang dada, hubungan tulang dada dan tulang iga terlepas, pendarahan rongga dada cedera paru dan cedera hati . Sehingga untuk melakukan tindakan resusitasi ini sebaiknya dengan mengikuti kursus resusitasi.

Cara melakukan resusitasi:

Letak dan sikap kedua tangan: di tulang dada bagian sepertiga bawah dengan jari mengarah ke kiri.
Jari tidak boleh menekan dada

Tempat dan sikap penolong: Lengan tegak lurus dengan sendi siku tetap dalam ekstensi (kepala terdongak).
Perlu diperhatikan kempaan dada tidak mungkin, jika alas baring tidak keras.

Bila penderita tetap tidak bernafas dan tidak ada denyut nadi di leher, lakukan gabungan B dan C.

Gabungan B dan C :

Gabungan antara B dan C dinamakan juga resusitasi jantung paru.

Jika ada dua penyelamat buka jalan napas. Napas buatan dilakukan oleh penyelamat pertama, sedangkan masase jantung dilakukan oleh orang kedua. Berturut-turut lakukan lima kempaan dada dan satu napas buatan dengan irama kempaan 60-807/ menit.

Jika hanya ada satu penyelamat, lakukan berturut-turut 10 kempaan dan dua napas buatan. Irama kempaan 60-80/menit dan napas buatan dalam waktu 3 detik.

II. Posisi Sisi Mantap

Setelah penderita kembali siuman, letakkan penderita dalam posisi sisi mantap seperti dalam gambar berikut ini:

1. Tekuk siku ke arah dalam
2. Balikan tubuh penderita ke samping, tekuk lengan penderita sebelah luar supaya posisinya tetap stabil
3. Angkat kepala penderita ke arah belakang dengan cara memegang kening dan dagunya.
4. Letakkan tangan penderita di bawah pipi untuk menjaga posisi ini. Usahakan posisi mulut tetap terbuka.

Kemudian segera kontak Notarzt (dokter darurat) . Untuk di Jerman pilih Nomor 112 .

Bila Benda Asing Masuk ke Dalam Tubuh

Submitted by KHARISMA on Sun, 2006-01-01 00:00. Berita

Anak kecil atau balita sangat suka memasukkan benda asing terutama melalui mulut. Bila benda asing masuk melalui mulut, kemudian ke tenggorokan dan yang lebih berbahaya bila masuk ke saluran pernapasan, anak berada dalam bahaya. Oleh karena itu jauhkan benda-benda kecil dari jangkauan anak usia merangkak sampai usia 3 tahun. Namun benda asing tidak hanya dapat masuk melalui mulut tapi juga masuk melalui hidung telinga atau mulut.

  1. Kritis : benda asing masuk ke dalam saluran pernafasan
  2. Benda asing dalam hidung atau telinga
  3. Mengambil benda asing kecil dalam mata

1. Kritis: benda asing masuk ke dalam saluran pernafasan

Tubuh kita memiliki mekanisme alami bila benda asing masuk ke dalam saluran pernapasan. Dengan batuk yang kuat, benda asing akan keluar denagn sendirinya. Bila tidak juga bisa keluar penderita akan tersedak dan tidak bisa bernafas. Hal ini akan sangat berbahaya sekali. Pertolongan pertama pada kecelakaan semacam ini sangat diperlukan. Sebagai penolong usahakan diri Anda setenang mungkin dan lakukan pertolongan tanpa ragu-ragu:

  1. Sedapat mungkin benda asing dikeluarkan dengan jari
  2. Pukulan di punggung belakang.
  3. Tindakan Perasat heimlich.

Tindakan Perasat Heimlich

Gbr. A.
Penderita dipegang dari belakang di setinggi ulu hati dengan kedua tangan.
Tangan yang satu memegang tangan yang lain
Tekan dengan kuat, sehingga otot ronggga dada (diafragma) naik dan terjadi tekanan tinggi di rongga dada. Tindakan ini dapat mengeluarkan benda asing.

Gbr. B.
Perasat Heimlich dapat dilakukan pada penderita yang duduk di atas kursi.
Penolong berdiri di belakang kursi sambil menyandarkan lutut pada punggung kursi.

Gbr. C.
Perasat Heimlich pada penderita yang berbaring pingsan

2. Benda asing dalam hidung atau telinga

Benda asing yang masuk ke dalam hidung anak kecil atau bayi biasanya tidak selalu dapat segera diketahui. Mengapa? karena dengan sebelah lubang hidung anak masih dapat bernapas.

Hidung yang berdarah, mengeluarkan lendir berbau busuk (bukan karena pilek) dapat dijadikan indikasi masuknya suatu benda asing ke dalam hidung.

Bila anak sudah dapat ,nyingsring` hal ini tidak akan menjadi masalah, karena benda asing dapat keluar dengan sendirinya. Sumbat dengan jari Anda lubang hidung yang sehat (tidak termasuki benda asing). Suruhlah si anak menyingsring.

Bila anak belum dapat melakukannya jangan mencoba mengorek-ngorek hidung dengan harapan benda asing akan keluar. Sebaliknya, dengan melakukan hal ini benda asing akan semakin terdorong ke arah dalam. Dalam kondisi begini segerelah bawa anak ke dokter

Bila benda asing masuk ke dalam telinga, Anda tidak boleh mengorek-ngorek telinga, hal ini dapat menyebabkan rusaknya genderang telinga.

3. Mengambil benda asing kecil dalam mata

Urut ke arah hidung.
Dengan demikian benda asing akan lebih mudah diambil.
Mata melihat ke atas.
Tarik kulit ke arah bawah
Keluarkan benda Asing dengan ujung tissue yang bersi

Tindakan Pertama pada Kecelakaan saat Berolahraga

Kecelakaan saat berolahraga membutuhkan penanganan dokter sesegera mungkin. Rasa sakit setelah kecelakaan bukanlah patokan perlu tidaknya penanganan dokter. Hanyalah dokter yang dapat mendiagnosa secara tepat apa yang terjadi sebenarnya. Diagnosa dokter yang tepat sangat diperlukan, terlebih lagi pada luka / kecelakaan di sekitar pundak. Penanganan dini dokter akan mempercepat penyembuhan. Janganlah Anda menunggu berhari-hari. Penyembuhan yang mungkin seharusnya hanya beberapa hari bisa menjadi lebih lama, bahkan berminggu-minggu.

Walaupun penanganan dini dokter menentukan, bukan berarti kita mengabaikan pertolongan pertama pada kecelakaan saat berolahraga. Barangsiapa yang tertangani lebih awal, akan lebih cepat pula fit kembali. Misalnya saja, bila memang dibutuhkan penanganan operasi, maka dokter bisa langsung mengoperasi tanpa harus menunggu sampai pembengkakan mereda. Pembengkakan bisa dihindari bila telah dilakukan tindakan pertolongan pertama. Kecelakaan yang terjadi saat berolahrga adalah terkilir dan kejang otot .

A. Terkilir

1. Istirahat

Sendi anggota tubuh yang terkilir bila tidak diistirahatkan akan menjadi lebih parah lagi. Ligament antara sendi tubuh bila terkilir mengalami penegangan. Sehingga bila tidak diistirahatkan dapat putus, disebut torn ligament (Bänderriss)

2. Kompres dingin

Kompres dingin dapat mengurangi pembengkakan, radang dan rasa sakit.

3. Bebat

Bebat atau penekaan pada tempat yang sakit bila dikombinasikan dengan kompres dingin dapat membantu menghindari pembengkakan. Lebih mudah lagi bila terapi ini Anda lakukan dengan menggunakan kompres pendingin yang siap pakai dari Apothek (K�hlkompress)

(Kompress dingin)

Kompres pendingin terdiri dari garam pendingin dan kantong air. Sebaiknya Anda selalu sedia kompress pendingin ini di kulkas.
Penting Anda perhatikan: jangan letakan kompres pendingin langsung pada permukaan kulit. Karena dapat menyebabkan pembekuan (radang karena dingin).Untuk menghindari radang, bungkus kompress dengan kain. Biasanya dijual juga kantong kain untuk kompress. Bila mengkompress kaki yang mengalami patah tulang, jangan lepas kaus kaki.

4. Naikkan bagian tubuh yang terkilir

Setelah dikompres, bagian tubuh yang keseleo sebisa mungkin dinaikkan setinggi posisi jantung. Segera panggil dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

5. Pertolongan dengan obat-obatan

Bila dokter mendiagnosa terkilir pada persendian, terapi yang paling tepat adalah bebat yang dikombinasikan dengan kompres dingin. Sebagai tambahan bisa gunakan obat-obatan dengan kandungan Ibuprofen atau ‹Asam Acetylsalicyl. Zat ini dapat menyembuhkan pembengakakan. Untuk pengobatan luar bisa digunakan salep atau krem yang mengandung Ibuprofen, Felbinac, Piroxicam atau Asam Flufenamin yang dapat dibeli di Apothek. Tetapi perlu diperhatikan penggunaan obat-obatan ini bisa mengakibatkan sakit maag, karena efek asamnya yang kuat terhadap lambung.
Dari jenis tumbuhan-tumbuhan Arnika Beinwell atau Acmella ciliata juga membantu penyembuhan.

B. Kejang otot betis

Kejang otot betis dapat diatasi dengan dua cara :

1. Posisi tidur

Rentangkan kaki dan pegang jari-jari kaki. Tarik ke arah Anda. Bisa juga Anda tekan telapak kaki Anda pada permukaan yang datar dan keras misalnya pada tembok.

2. Posisi berdiri

Alihkan berat tubuh Anda pada kaki yang terkena kejang. Tekuk sedikit lutut secara perlahan-lahan. Anda dapat pula menekankan telapak kaki Anda pada permukaan yang datar dan kuat misalnya tembok.

Anda dapat melakukan terapi kompress dingin pada bagian otot kejang. Setelah itu barulah Anda dapat lakukan terapi hangat (misalnya dengan balsam) untuk membantu memperlancar aliran darah. Bila aliran darah lancar kejang otot berkurang.

Kejang betis sangat tidak mengenakkan tapi tidak menyebabkan resiko kesehatan lebih lanjut. Biasanya kejang otot terjadi bila si penderita kurang melakukan pemanasan sebelum berolahraga atau kurang terlatih melakukan olahraga yang lebih lama atau berat. Untuk itu lakukanlah pemanasan dengan benar sebelum anda berolahraga dan lakukan sesuai kesanggupan.

Sekilas tentang kejang otot

Kejang otot terjadi karena otot-otot tidak cukup dialiri darah, sehingga pertukaran zat-zat mineral dalam tubuh tidak dapat berlangsung dengan cepat. Penyebab lain adalah kekurangan mineral. Saat bekerja, otot memerlukan zat-zat mineral seperti natrium, kalsium magnesium atau kalium. Ketika tubuh berkeringat zat-zat mineral ini, terutama natrium, ikut larut dengan keluarnya keringat. Zat-zat mineral tidak hanya keluar melalui keringat tapi juga melalui pembuangan urin. Oleh sebab itu obat cuci perut atau sejenisnya dapat menaikkan resiko kejang otot.

Bukan hanya olahragawan yang sering terkena kejang otot tapi juga kelompok usia tua dan ibu-ibu hamil. Hal ini disebabkan kekurangan magnesium. Untuk menghilangkannya dokter memberikan terapi magenesium. Sebelum anda melakukan terapi magnesium sebaiknya tanyakan dulu ke dokter, apakah terapi ini dapat menimbulkan efek samping. Terlebih lagi bila Anda mengidap sakit ginjal, menjalani terapi penyembuhan jantung maupun darah tinggi. Bila memang ternyata Anda tidak kekurangan magnesium, penggunaan suplemen magnesium yang berlebihan justru berdampak negatif.

indakan Tepat Pada Saat Yang Tepat

Secara umum tindakan ABC seperti pada tulisan bagian pertama dapat dilakukan pada jenis kecelakaan apa saja bila memang diperlukan. Tindakan-tindakan khusus menurut jenis kecelakaan dapat Anda ikuti dalam tulisan berikut. Usahakanlah tindakan-tindakan dilakukan secara tenang dengan pikiran tenang tindakan dapat dilakukan secara benar.

Kasus apa saja yang dibahas disini?

  • Perdarahan
  • Luka bakar/melepuh
  • Tersetrum
  • Tenggelam
  • Patah tulang

A. Perdarahan

Bila terjadi perdarahan di hidung atau mimisan.

  • Dudukkan penderita. Bisa juga dalam posisi berdiri (jangan dibaringkan).
  • Tundukkan kepala penderita sedikit ke depan taruh kompres dingin di leher bagian belakang.
  • Usahakan untuk sering mengganti kompres sehingga bagian belakang leher tetap dingin.
  • Kompres panas justru akan memperbanyak perdarahan.
  • Biasanya perdarahan akan berhenti setelah 4-5 menit.

Bila perdarahan terjadi pada jari /tangan angkat jari/tangan tinggi-tinggi.

Bila terjadi perdarahan banyak.

  • Yang pertama harus anda lakukan adalah menenangkan penderita agar tidak terlalu banyak bergerak.
  • Jangan buang waktu dengan mencari-cari tissue atau kain pembalut.
  • Setelah penderita tenang barulah Anda lakukan sbb.:
    1. Baringkan penderita.
      Usahakan bagian tubuh yang terluka dalam posisi yang lebih tinggi dari tubuhnya. Dengan demikian aliran darah ke tubuh yang terluka akan mengalir lebih lambat.
    2. Bila pada luka terdapat potongan kaca atau benda lain.
      • Tekan bagian bawah dan atas luka.
      • Jangan tekan langsung pada lukanya.
    3. Bila perdarahan berhenti jangan bersihkan darah-darah yang mengering pada permukaan luka. Darah yang mengering merupakan reaksi alami tubuh untuk mencegah perdarahan lebih lanjut.
    4. Bebat luka/Tekan luka dengan sepotong kain bersih. Setelah itu segera panggil dokter atau bawa ke rumah sakit.

Contoh tindakan pada perdarahan:

  1. Perdarahan.
  2. Tinggikan anggota yang bersangkutan dan lakukan penekanan setempat (1). Bila perlu berikan tekanan pada arteri (2)
  3. Letakan gulungan pembalut di bawah balut tekan untuk memberikan tekanan setempat

B. Luka bakar/melepuh
Melepuh terjadi bila sebagian kecil kulit terkena air mendidih atau sesuatu yang panas. Untuk hal ini biasanya pertolongan pertama sudah mencukupi. Pertolongan pertama pada luka bakar yang ringan atau melepuh adalah sbb.:

  1. Dinginkan luka dengan air mengalir selama kurang lebih 20 menit.
    Pendinginan yang konstan dapat menghindari penyebaran panas pada permukaan kulit.
  2. Bila cara di atas tidak memungkinkan, misal Anda dalam perjalanan Anda dapat menggunakan Brandwundenspray yaitu spray untuk luka bakar yang tersedia di apotik.
  3. Jangan olesi sembarangan pada luka
    Jangan oleskan krem, minyak atau sembarang salep dan jangan pergunakan kapas pada permukaan luka karena dapat menempel
  4. Hindari infeksi
    Untuk menghindari infeksi pada luka bakar Anda dapat mengoleskan salep atau krem khusus: desinfizierende Wundgele salep desinfektan khusus luka bakar. Tersedia di apotik
  5. Biarkan luka terbuka
    Bila luka bakar atau kulit yang melepuh kecil usahakan luka tetap terbuka agar mudah kering. Namun hal dilakukan bila memang infeksi relatif kecil terjadi. Bila luka bakar atau melepuh seluas atau lebih luas dari dua kali telapak tangan Anda perlu segera penanganan dokter. Dalam hal ini pertolongan pertama saja tidaklah mencukupi.

C. Tersetrum

Tersetrum terjadi bila seseorang memegang alat elektronik atau kabel listrik yang rusak, bila sudah terjadi begitu otot-otot tangan tidak bisa lagi melepas benda yang menyebabkan penderita tersetrum. Bila Anda memegang penderita tanpa sebelumnya mematikan aliran listrik maka Anda akan terkena strum. Tindakan apa yang dapat Anda lakukan?

  1. Segera matikan aliran listrik. Cabut steker. Atau matikan sikring pusat. 
  2. Jauhkan penderita dari sumber listrik. Untuk dapat memegang penderita tanpa kesetrum anda memerlukan benda yang tidak bisa mengantarkan listrik. Gunakan misalnya, sarung tangan karet yang kering (air juga dapat mengantarkan listrik !!), atau tongkat sapu. (lihat gbr disamping).
  3. Periksa apakah penderita masih bernapas dengan normal. Bila tidak lakukan pernapasan mulut. 
  4. Bila penderita masih bernapas dengan normal baringkan dengan posisi sisi mantap . Yaitu miringkan penderita ke sisi kanan, tangan kiri penderita letakkan di pipi kanan.Hal ini dilakukan supaya penderita bisa bernapas spontan (tidak tertutup oleh lidah ).
  5. Hubungi segera dokter atau ambulans
  6. Letakkan kain atau pakaian yang kering dan tidak berbulu pada permukaan luka.

D. Tenggelam

Bagi anak kecil atau bayi sudah dapat dikatakan tenggelam bila seluruh mukanya tenggelam dalam genangan air yang tidak terlalu dalam, misalnya kolam di kebun. Bila air dalam jumlah banyak tertelan penderita terancam bahaya, Anda dapat melakukan pertolongan pertama sbb.:

  1. Angkat kepala atau tubuh penderita dari air, sehingga air dapat keluar dari saluran pernafasan.
  2. Bila diperlukan lakukan pernapasn mulut. Walaupun penderita sudah tidak bernapas dalam waktu yang agak lama pernapasan mulut dapat kembali menormalkan pernapasan.
  3. Bila pernapasan sudah kembali normal dudukkan penderita
  4. Hubungi segera dokter atau ambulans.

E. Patah tulang

Patah tulang terdiri dari dua jenis, yaitu patah tulang terbuka dan petah tulang tertutup. Yang dimaksud patah tulang terbuka ialah patah tulang disertai luka pada permukaan kulit. Sedangkan yang dimaksud patah tulang tertutup adalah patah tulang tanpa disertai luka.

Jatuh dari pohon atau tempat tinggi (misal sehabis meloncat) biasanya hanya menyebabkan patah tulang tertutup.

Anda dapat membedakan antara patah tulang dan keseleo biasa antara lain dengan tanda-tanda sbb:

Biasanya pada patah tulang terdapat:
– Rasa sakit yang amat sangat
– Bagian tubuh yang bersangkutan tidak bisa digerakkan

Untuk penanganan lebih lanjut segera panggil dokter atau ambulans, usahakan penderita jangan bergerak sedikitpun. Jangan beri minum atau makan bagi penderita, siapa tahu diperlukan penangan operasi yang membutuhkan bius total.
Penanganan medis terlebih lagi sangat urgen bila saat jatuh diawali dengan posisi kepala dibawah.

Walaupun penderita tidak merasa sakit perhatikan gejala-gejala yang terjadi setelah jatuh. Misalnya muntah, sakit kepala, keluar darah atau cairan dari hidung atau telinga, sesak napas dan tanda-tanda terhambatnya gerakan tubuh. Bila anda menemukan salah satu diantara gejala diatas segera hubungi dokter atau ambulans.

Pertolongan Pertama I
Jumat, 28 Oktober 2005

Salah satu hal penting dalam pemberian Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah memeriksa Bahaya, Respon, Saluran Udara, Pernafasan, dan Sirkulasi, atau dalam bahasa Inggrisnya disingkat DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing and Circulation).

Bahaya 
Untuk diri sendiri : jangan membahayakan diri sendiri dalam memberikan pertolongan pertama (misal : P3K untuk korban sengatan listrik, kecelakaan lalu lintas, terbakar dll)
Untuk orang lain : jangan biarkan orang lain terancam bahaya
Untuk korban : jauhkan korban dari bahaya (misal : sumber listrik, jalan raya, sumber api dll)

Respon 
Periksa apakah korban dapat merespon kita dengan menggoyang dan berteriak
Apakah korban sadar ?
Apakah korban setengah sadar atau bingung ?
Apakah korban tidak sadar tapi memberikan reaksi pada kita ? Apakah korban tidak sadar dan tidak bereaksi ?

Saluran udara
Apakah saluran udara terbuka ?
Apakah korban bernafas ?
Apakah ada benda yang dapat menyumbat saluran udara, seperti darah / muntah ?

Pernafasan :
Periksa apakah korban bernafas dengan :
-Lihat naik turunnya dada korban
-Dengarkan bunyi nafas korban
-Rasakan pernafasan dengan meletakkan tangan pada dada

Sirkulasi :
-Adakah denyut nadi leher ?
-Apakah denyut nadi leher kuat dan beraturan ?
-Apakah korban kehilangan darah yang banyak ?

Apabila korban sadar, beri pertolongan sesuai dengan gejala.

Apabila korban tidak sadar dan bernafas, letakkan pada posisi stabil dan beri pertolongan pada luka (bila ada).

Apabila korban tidak sadar, tidak bernafas, dan denyut nadi ada, beri pernafasan buatan.

Apabila korban tidak sadar, tidak bernafas, dan tidak ada denyut nadi, berikan CPR (resusitasi jantung paru).

Posisi Stabil (Korban Tidak Sadar)

Saluran udara pada korban yang tidak sadar dapat tersumbat muntah atau tersumbat lidah. Untuk menghindari hal tersebut, letakkan korban pada posisi yang memastikan terbukanya saluran udara, yaitu posisi stabil.

Posisi stabil adalah posisi korban berbaring pada sisi tubuh, dengan kepala korban sejajar dengan badan (tidak bersandar bantal atau benda lain) dan dagu agak dinaikkan. Posisi ini memastikan tidak tertelannya muntah bila korban muntah, dan menjauhkan lidah dari pintu saluran udara.

Cara meletakkan korban pada posisi stabil:

  • Siapkan korban dengan memeriksa pernafasannya, mengeluarkan benda yang memenuhi kantong, melepaskan kalung dan kacamata
  • Berlutut di samping korban, dan telentangkan satu tangan korban yang dekat dengan kita
  • Tekukkan satu kaki korban (yang jauh dari kita) pada lututnya
  • Dorong kaki korban yang tertekuk dan bahu korban ke arah kita sehingga korban sekarang berbaring pada sisi tubuhnya menghadap kita
  • Letakkan kepala korban pada permukaan, tengadahkan dagunya sedikit

Pertolongan Pertama II
Jumat, 28 Oktober 2005

Seorang pemberi pertolongan pertama bertugas:

  • Memeriksa keadaan tanpa membahayakan diri sendiri, misalnya memeriksa apakah masih ada kabel listrik tegangan tinggi di sekitar korban, atau ada ceceran bahan kimia berbahaya dll.
  • Menenangkan korban dan melindunginya dari bahaya yang mungkin timbul.
  • Jika perlu membawa korban kembali ke tempat tinggalnya atau ke tempat sarana medis terdekat.

Sikap tenang dan percaya diri selama menilai situasi dan melakukan perawatan medis yang diperlukan, akan menentramkan semua orang terutama korban dan membuat mereka yakin ia akan mampu mengatasi situasi.

Seorang pemberi P3K yang bijaksana tidak hanya tergantung dari barang-barang yang ada dalam perlengkapan P3Knya, tetapi ia akan berusaha untuk menggunakan barang apa saja yang ada di sekitarnya, dan apabila perlu ia akan membuatnya sendiri, misalnya tandu darurat, penyangga darurat dan lain-lain.

Hal-Hal Yang Perlu Dicermati:

  • Urutan Kejadian; Bagaimana Kecelakaan Terjadi?, Tanyakan pada korban dan saksi mata.
  • Gejala; Dengar baik-baik segala ucapan korban, apakah ia merasa sakit? Lihat secara jelas, bagian tubuh mana yang mengalami pendarahan?Dapatkah digerakkan?
  • Tanda-Tanda; Periksa korban dari ujung kepala hingga kaki dengan cermat, bandingkan ke dua sisi badan korban. Adakah kejanggalan yang terlihat atau teraba? Apakah korban mengenakan tanda-tanda medis seperti gelang medis
  • Perkecil Resiko terjadinya kecelakaan susulan; misalnya terjadi kecelakaan lalu lintas, perkecil resiko terjadinya kebakaran dengan mematikan stater / kunci kontak, segera siagakan alat pemadam kebakaran. Peringatkan Kendaraan lain yang melewati tempat kejadian, seperti dengan memasang segitiga pengaman atau tunjuk beberapa orang untuk mengatur lalu lintas
  • Saksi Mata

Bila korban mendapat kecelakaan karena:

• Berhubungan dengan Listrik

Bila korban terkena sengatan listrik tegangan rendah, misalnya di ruang tamu, hentikan aliran listrik dengan mematikan sekering atau mencabut stop kontak. Bila hal ini sulit untuk dilakukan, berdirilah pada permukaan yang kering, misalnya gulungan kertas, keset karet dll, dan sentakkan anggota tubuh korban yang terkena aliran listrik tersebut dengan benda yang bukan menghantarkan arus listrik, misalnya tangkai sapu. Kemudian baru lakukan pertolongan pertama seperlunya. DILARANG MENYENTUHKAN KORBAN DENGAN BENDA BASAH, karena air merupakan penghantar listrik yang baik.

• Berhubungan dengan Kendaraan Pengangkut Bahan Kimia

Biasanya kendaraan pengangkut bahan kimia selalu memberikan tanda-tanda peringatan, misalnya apakah cairan yang dimuat mengandung zat beracun, zat mudah terbakar, zat korosif dll. untuk itu kita harus berhati-hati dalam menanganinya. Misalnya kita ragu-ragu untuk menolongnya, usaha paling bagus adalah dengan segera melaporkan kecelakaan tersebut dengan data-data yang ada.

• Berhubungan dengan Binatang Buas atau Berbisa

Sebelum kita melakukan pertolongan pertama, alangkah bijaksananya bila kita terlebih dahulu mengecek apakah binatang tersebut masih ada di tempat kejadian atau sudah pergi.

Pemberian Nafas Buatan
Jumat, 28 Oktober 2005

Pemberian nafas buatan pada korban yang tidak bernafas sangat penting sebab otak mengalami kerusakan bila tidak mendapatkan oksigen lebih dari 3 menit.

Ada beberapa cara pemberian nafas buatan :

  • Mulut ke mulut : pemberian nafas buatan dilakukan dari mulut penolong ke mulut korban (mulut korban tertutup mulut penolong)
  • Mulut ke hidung : dilakukan bila mulut korban mengalami luka, pemberian nafas buatan dilakukan dari mulut penolong ke hidung korban, mulut korban ditutup pada saat udara dihembuskan dan dibuka penghembusan udara keluar
  • Mulut ke hidung dan mulut : dilakukan pada korban anak

Gejala nafas terhenti :

  • Pingsan
  • Nafas terhenti atau bernafas kurang dari 4 ? 5 kali per menit

Prosedur pemberian nafas buatan :

  1. Periksa bahaya sekitar
  2. Gulingkan korban ke arah berlawanan dengan kita, periksa saluran udara
  3. Terlentangkan korban, buka saluran udara
  4. Lihat, dengar dan rasakan apakah korban bernafas (bila bernafas, letakkan pada posisi stabil)
  5. Berikan 5 nafas buatan, periksa naik turunnya dada
  6. Periksa denyut nadi ? Denyut nadi ada
  7. Berikan satu nafas buatan setiap 4 detik (15 nafas per menit)
  8. Untuk anak dan bayi, berikan satu nafas buatan setiap 3 detik (20 nafas per menit)
  9. Periksa denyut nadi setelah 1 menit, kemudian setiap 2 menit
  10. Periksa saluran udara, waspada terhadap muntah

Nafas buatan yang diberikan secara penuh (menghembus dengan penuh) kepada korban dewasa, untuk anak dan bayi, kurangi hembusan karena terlalu banyak udara yang dihembuskan kepada anak dan bayi dapat terarah ke keronkongan dan perut dan menyebabkan muntah. Pemberian nafas buatan kepada anak dan bayi biasa dilakukan dengan memenuhi rongga mulut penolong dengan udara dan mengeluarkannya sedikit demi sedikit ke rongga mulut anak/bayi.

Pemberian nafas buatan dilakukan sampai korban bernafas sendiri, atau sampai bantuan medis datang, atau bila korban mengalami ?cardiac arrest? (jantung berhenti ? ditandai dengan tidak berdenyutnya nadi) maka resusitasi jantung paru (CPR) harus dilakuk

Cara Melakukan P3K yang Terbaik
Jumat, 28 Oktober 2005

Sampai sekarang ini, banyak mitos seputar pertolongan pertama pada kecelakaan, yang diterapkan oleh orangtua. Anjuran atau saran dari mulut ke mulut ini sebenarnya banyak yang keliru, Namun, terlanjur sudah di anggap benar sehingga terus di terapkan. Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ( P3K ) yang harus dihindari.
Membersihkan Luka Teriris Dengan Peroxide atau Alkohol

Salah : Sebab, saat dioleskan keluka yang terbuka, akan menimbulkan rasa yang sangat perih.

Penanganan yang Terbaik : Bersihkan luka dengan air. Lalu oleskan salep antibiotik, dan tempelkan bandage.

Mengoleskan Mentega Pada Luka Bakar

Salah : Sebab, mentega berperan sebagai pengunci pada kulit, dapat menyebabkan panas terus bertahan dan memperburuk luka bakar. Selain itu, juga meningkatkan risiko infeksi.

Penanganan yang Terbaik : Siram atau letakkan bagian yang terkena panas dibawah air yang mengalir, misalnya kran air sekitar 1 menit lamanya. Atau kompres bagian yang terkena dengan lap basah. Sesudah itu, oleskan lotion antibakteri untuk mencegah infeksi. Tutuplah daerah yang terkena dengan bandage steril dan kering. Lalu hubungi dokter.

Memindahkan Anak yang Jatuh Dengan Cedera Kepala, atau Punggung, Ketempat yang Lebih Tinggi dari Tinggi Badannya

Salah : Sebab, jika tulang punggungnya cedera, bisa menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

Penanganan yang Terbaik : Bila anak Anda kesakitan atau tidak sadar, segera panggil ambulance atau bawa ke rumah sakit. Usahakan untuk membuat anak Anda tetap diam. Kendatipun dia masih dapat berdiri dan berjalan seperti biasa, tetap bawa ke dokter. Anak dengan cedera parah, seperti tulang selangka patah, kadang masih bisa berjalan selama beberapa hari tanpa merasakan adanya masalah.

Mengeluarkan Kotoran Seperti Debu, Tanah atau Pasir dari Mata Anak

Salah : Sebab, Anda bisa menggores mata anak Anda dan menggurat kornea mata anak Anda.

Penanganan yang Terbaik : Bersihkan mata dengan air dindin, pastikan kepala anak Anda dimiringkan sehingga mata yang terkena berada pada posisi yang rendah dan kotoran tidak terbawa ke dalam mata. Jika kotoran tetap tinggal di dalam, atau anak Anda merasa sakit, mata merah, bengkak atau mengeluarkan sesuatu dari dalam mata, segera bawa anak Anda ke dokter spesialis anak.

Meletakkan Es Langsung Pada Daerah Cereda

Salah : Sebab, memberikan suhu dingin secara cepat pada otot yang cedera atau disengat serangga dapat menjaga bengkak dan rasa sakit pada tingkat minimum. Tetapi, jangan letakkan es lengsung pada kulit. Cara ini bisa menimbulkan rasa terbakar.

Penanganan yang Terbaik : Masukan segenggam es batu ke dalam kantong plastik. Lalu bungkus kantong dengan saputangan handuk atau lap basuh dari handuk. Kemudian kompreskan di atas luka sekitar 15 menit lamanya.

KETRAMPILAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

PENDAHULUAN

1. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang memberikan bekal peserta didik dalam hal pengalaman :

a. Kewajiban diri untuk mengamalkan kode kehoramatan pramuka

b. Kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain

c. Kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan Pramuka di masyarakat

2. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan merupakan seperangkat ketrampilan dan pengetahuan kesehatan yang praktis dalam memberikan bantuan pertama kepada orang lain yang sedang mengalami musibah, antara lain pada pasien yang :

a. Berhenti bernafas

b. Pendarahan parah

c. Shok

d. Patah tulang

3. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Pengetahuan Praktis tentang Kesehatan merupakan alat pendidikan bagi para pramuka sesuai selaras dengan perkembangannya agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan keluarga serta lingkunganny, dan mempunyai kemampuan yang mantap untuk menolong orang lain yang mengalami kecelakaan.

MATERI POKOK

1. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K

a. P3K bagi pasien yang berhenti bernafas

Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan.

Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban.

Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut :

1) Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas

2) Rahang ditarik sampai mulut terbuka

3) Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.

4) Tiup ke mulut/hidung korban, kepada :

a) Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.

b) Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit

b. P3K bagi korban Sengatan Listrik

1) Penolong hendaknya berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan kering

2) Gunakan tongkat kering/papan kering untuk menarik atau mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban

3) Setelah kontak dengan aliran listrik tiada lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan medis datang

c. P3K bagi pasien yang menderita pendarahan parah

1) Luka hendaknya ditutup kain kasa kompres yang steril, selanjutnya kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti.

Untuk menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa steril, saputangan bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika.

Kalau tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya daripada resiko infeksi.

2) Luka yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak.

3) Pada semua kasus pendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang.

d. Pertolongan Pertama Mengurangi Shok

1) Setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok merupakan reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ-organ penting.

2) Tanda-tanda Shok

a) Denyut nadi cepat tapi lemah

b) Merasa lemas

c) Muka pucat

d) Kulit dingin, kerinagt dingin di kening dan telapak tangan, kadang-kadang pasien menggigil

e) Merasa haus

f) Merasa mual

g) Nafas tidak teratur

h) Tekanan darah sangat rendah

3) Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan cara :

a) Menghentikan pendarahan

b) Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas

c) Memberi nafas buatan

d) Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan

4) Langkah – langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok :

a) Baringan korban dengan posisi kepala sama datar atau lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah aliran darah ke jantung dan otak.

Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas posisi kepala.

b) Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin

c) Usahakan pasien tidak melihat lukanya

d) Pasien/penderita yang sadar, tidak muntha dan tidak mengalami luka di perut, dapat diberi larutan shok yang terdiri dari :

– 1 sendok teh garam dapur

– ½ sendok teh tepung soda kue

– 4-5 gelas air

– dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi kental/teh

e) perlakukan pasien dengan lemah lembut, sebab rasa nyeri akibat penanganan yang kasar bisa menjerumuskan korban pada shok yang lebih parah.

f) Cepat-cepat panggil dokter

e. P3K patah tulang

1) Tanda-tanda patah tulang

a) Penderita tidak dapat menggerakkan bagian yang luka

b) Bentuk bagian yang terkena tampak tidak normal

c) Ada rasa nyeri kalau digerakkan

d) Kulit tidak terasa kalau disentuh

e) Pembengkakkan dan warna biru di sekitar kulit yang luka

2) Pedoman umum pertolongan pertama terhadap patah tulang

a) Pada umumnya patah tulang tidak pernah sebagai kasus darurat yang membutuhkan pertolongan segera, kecuali demi penyelamatan jiwa korban. Sebaiknya jangan menggerakkan atau mengganggu penderita, tunggu saja sampai dokter atau ambulans datang.

b) Kalau korban harus dipindahkan dari tempat yang membahayakan, pindahkan korban dengan cara menarik tungkai atau ketiaknya, sedang tarikannya harus searah dengan sumbu panjang badan

c) Kemudian lakukan memeriksa apakah ada luka-luka lainnya :

– hentikan pendarahan serius yang terjadi

– usahakan korban terhindar dari hambatan pernapasan

– upayakan lalu lintas udara tetap lancer

– jika diperlukan buatlah nafas buatan

– jangan meletakkan bantal di bawah kepala, tapi letakkanlah di kiri kanan kepala untuk menjaga agar leher tidak bergerak

d) Kalau bantuan medis terlambat, sedang penderita harus diangkat, jangan mencoba memperbaiki letak tulang.

Pasanglah selalu pembelat (bidai) sebelum menggerakkan atau mengangkat penderita.

3) Macam-macam patah tulang dan pertolongan pertamanya

a) Patah lengan bawah Pergelangan Tangan

• Letakkan perlahan-lahan lengan bawah tersebut ke dada hingga lengan membentuk sudut 90 derajat dengan lengan atas, sedang telapak tangan rata di dada

• Siapkan 2 pembelat ( bidai ) yang dilengkapi dengan kain pengempuk, satu untuk membelat bagian dalam, sedang yang lain untuk membelat bagian luar

• Usahakan pembelat merentang dari siku sampai ke punggung jemari

• Aturlah gendongan tangan ke leher sedemikian rupa sehingga ketinggian ujung-ujung jari hanya 7,5-10 cm dari siku

Patah Tulang lengan Atas (siku ke bahu)

• Letakkan tangan perlahan-lahan ke samping tubuh dalam posisi sealamiah mungkin

• Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menempel perut

• Pasang satu pembelat (bidai) yang sudah berlapis bahan empuk di sebelah luar lengan dan ikatlah dengan 2 carik kain di atas dan di bawah bagian yang patah

• Buatlah gendongan ke leher, tempelkan ke lengan atas yang patah ke tubuh dengan handuk atau kain yang melingkari dada dan belatan (bidai)

c) Patah Tulang Lengan Bawah

Letakkan pembelat (bidai) berlapis di bawah telapak tangan, dari dekat siku sampai lewat ujung jemari.

d) Patah Tulang di paha

• Patah tulang di paha sangat berbahaya, tanggulangi shok dulu dan segera panggil dokter

• Luruskan tungkai dan tarik ke posisi normal

• Siapkan 7 pembalut panjang dan lebar

• Gunakan 2 pembelat papan lebar 10-15 cm yang dilapisi dengan kain empuk

• Panjang pembelat untuk bagian luar harus merentang dari ketiak sampai lutut, sedangkan pembelat untuk bagian dalam sepanjang dari pangkal paha sampai ke lutut.

f. Pembalut dan Pembalutan

1) Pembalut

Macam-macam pembalut :

a) Pembalut kasa gulung

b) Pembalut kasa perekat

c) Pembalut penekan

d) Kasa penekan steril (beraneka ukuran)

e) Gulungan kapas

f) Pembalut segi tiga (mitella)

2) Pembalutan

a) Pembalutan segitiga pada kepala, kening

b) Pembalutan segitiga untuk ujung tangan atau kaki

c) Pembungkus segitiga untuk membuat gendungan tangan

d) Membalut telapak tangan dengan pembalut dasi

e) Pembalutan spiral pada tangan

f) Pembalutan dengan perb

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

Tips Ringkas mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Submitted by KHARISMA on Sun, 2006-01-01 00:00. Berita

Yang perlu diperhatikan dimana saja kapan saja bila terjadi kecelakaan adalah ABC-nya yaitu: A: airway (jalan napas), B: breathing (pernapasan), dan C: circulation (sirkulasi).
Yang dimaksud jalan napas disini adalah apakah jalan nafas tersumbat atau bebas, sedangkan pernapasan adalah apakah pernapasan ada atau tidak dan sirkulasi adalah melihat apakah sirkulasi darah stabil atau tidak hal ini dapat dinilai dengan memegaang denyut nadi dileher, apakah masih ada atau tidak .

Tindakan yang harus dilakukan sesuai juga dengan urutan di atas, yaitu ABC. Tindakan ini dinamakan juga resusitasi, sebelum melakukan resusitasi ada tiga langkah tindakan yaitu:

  1. Penentuan kesadaran: penderita dipanggil. Jika tidak ada jawaban, diketok atau dicubit.
  2. Usahakan ambulans, polisi dan pertolongan lain.
  3. Terlentangkan penderita agar siap diresusitasi. Perhatikan tulang belakang dan leher. Posisi penyelamat di sisi kanan penderita.Lihat gambar disamping.I. Tindakan Resusitasi

A (Airway) Membebaskan jalan napas

Bila penderita tidak bernafas bebaskan jalan nafas. Ada tidaknya nafas terbukti dengan tidak adanya hembusan nafas dari hidung dan mulut.

A. Jalan nafas tertutup oleh lidah dan mungkin oleh pangkal tenggorokan karena lidah jatuh ke belakang.

B. Extensi (dongakan) kepala ke arah belakang sehingga lidah terdorong ke depan. Hindari posisi leher penderita yang tertekuk. Dengan menghindari posisi leher yang tertekuk biasanya napas bisa kembali normal.

Letak rahang (posisi kepala) dipertahankan selama penderita belum sadar.
Perhatikan: bila dicurgai kemungkinan cedera tulang jangan lakukan (hiper)extensi kepala.

B (Breathing) Ventilasi Paru (napas buatan)

Setelah melakukan tindakan A, lakukan kembali penilaian pernafasan. Seperti pada A penilaian pernafasan dilakukan dengan meraba keluarnya udara dari mulut dan atau hidung, dan dengan memperhatikan gerakan pernafasan dada atau perut yang teratur. Jika tidak ada pernafasan setelah jalan nafas bebas (A) tindakan B segera dimulai. Dengan posisi penderita yang sama seperti A lakukan nafas buatan.

Sambil menutup hidung (tangan kiri) dan menahan rahang bawah di depan, hembuskan udara dengan cukup kuat ke dalam jalan napas penderita.

Perhatikan bahwa dada harus mengembang naik dan dada turun sebagai tanda ekspirasi (keluarnya udara) pasif.

Napas buatan gagal bila tidak terdapat tanda ekspirasi pasif. Bila terlihat benda asing di tenggorokkan, maka tindakan berikutnya adalah membersihkan dan membebaskan jalan napas dari benda asing, karena salah satu tanda adanya benda asing adalah gagalnya ekspirasi pasif. Cara mengeluarkan benda asing lihat tulisan “Bila benda asing masuk ke dalam tubuh” pada bagian “Kritis benda asing masuk ke dalam saluran pernafasan. Setelah mengeluarkan benda asing lakukan tindakan berikutnya.

C: Circulation : Peredaran darah

Setelah dilakukan tindakan A dan B atau mengeluarkan benda asing yang masuk kembali periksa pernapasan penderita atau menetukan terhentinya jantung atau tidak.

Penentuan henti jantung dilihat dari tanda-tanda: penderita tidak sadar, tidak ada pernapasan dan tidak ada denyut nadi di leher. Jika diagnosis henti jantung ditegakkan, masase jantung melalui kempaan dada harus segera dimulai (Tindakan C). Tindakan ini jika dilakukan dengan cara yang salah akan menimbulkan penylit-penyulit sebagai berikut : Patah tulang iga, patah tulang dada, hubungan tulang dada dan tulang iga terlepas, pendarahan rongga dada cedera paru dan cedera hati . Sehingga untuk melakukan tindakan resusitasi ini sebaiknya dengan mengikuti kursus resusitasi.

Cara melakukan resusitasi:

Letak dan sikap kedua tangan: di tulang dada bagian sepertiga bawah dengan jari mengarah ke kiri.
Jari tidak boleh menekan dada

Tempat dan sikap penolong: Lengan tegak lurus dengan sendi siku tetap dalam ekstensi (kepala terdongak).
Perlu diperhatikan kempaan dada tidak mungkin, jika alas baring tidak keras.

Bila penderita tetap tidak bernafas dan tidak ada denyut nadi di leher, lakukan gabungan B dan C.

Gabungan B dan C :

Gabungan antara B dan C dinamakan juga resusitasi jantung paru.

Jika ada dua penyelamat buka jalan napas. Napas buatan dilakukan oleh penyelamat pertama, sedangkan masase jantung dilakukan oleh orang kedua. Berturut-turut lakukan lima kempaan dada dan satu napas buatan dengan irama kempaan 60-807/ menit.

Jika hanya ada satu penyelamat, lakukan berturut-turut 10 kempaan dan dua napas buatan. Irama kempaan 60-80/menit dan napas buatan dalam waktu 3 detik.

II. Posisi Sisi Mantap

Setelah penderita kembali siuman, letakkan penderita dalam posisi sisi mantap seperti dalam gambar berikut ini:

1. Tekuk siku ke arah dalam
2. Balikan tubuh penderita ke samping, tekuk lengan penderita sebelah luar supaya posisinya tetap stabil
3. Angkat kepala penderita ke arah belakang dengan cara memegang kening dan dagunya.
4. Letakkan tangan penderita di bawah pipi untuk menjaga posisi ini. Usahakan posisi mulut tetap terbuka.

Kemudian segera kontak Notarzt (dokter darurat) . Untuk di Jerman pilih Nomor 112 .

Bila Benda Asing Masuk ke Dalam Tubuh

Submitted by KHARISMA on Sun, 2006-01-01 00:00. Berita

Anak kecil atau balita sangat suka memasukkan benda asing terutama melalui mulut. Bila benda asing masuk melalui mulut, kemudian ke tenggorokan dan yang lebih berbahaya bila masuk ke saluran pernapasan, anak berada dalam bahaya. Oleh karena itu jauhkan benda-benda kecil dari jangkauan anak usia merangkak sampai usia 3 tahun. Namun benda asing tidak hanya dapat masuk melalui mulut tapi juga masuk melalui hidung telinga atau mulut.

  1. Kritis : benda asing masuk ke dalam saluran pernafasan
  2. Benda asing dalam hidung atau telinga
  3. Mengambil benda asing kecil dalam mata

1. Kritis: benda asing masuk ke dalam saluran pernafasan

Tubuh kita memiliki mekanisme alami bila benda asing masuk ke dalam saluran pernapasan. Dengan batuk yang kuat, benda asing akan keluar denagn sendirinya. Bila tidak juga bisa keluar penderita akan tersedak dan tidak bisa bernafas. Hal ini akan sangat berbahaya sekali. Pertolongan pertama pada kecelakaan semacam ini sangat diperlukan. Sebagai penolong usahakan diri Anda setenang mungkin dan lakukan pertolongan tanpa ragu-ragu:

  1. Sedapat mungkin benda asing dikeluarkan dengan jari
  2. Pukulan di punggung belakang.
  3. Tindakan Perasat heimlich.


Tindakan Perasat Heimlich

Gbr. A.
Penderita dipegang dari belakang di setinggi ulu hati dengan kedua tangan.
Tangan yang satu memegang tangan yang lain
Tekan dengan kuat, sehingga otot ronggga dada (diafragma) naik dan terjadi tekanan tinggi di rongga dada. Tindakan ini dapat mengeluarkan benda asing.

Gbr. B.
Perasat Heimlich dapat dilakukan pada penderita yang duduk di atas kursi.
Penolong berdiri di belakang kursi sambil menyandarkan lutut pada punggung kursi.

Gbr. C.
Perasat Heimlich pada penderita yang berbaring pingsan

2. Benda asing dalam hidung atau telinga

Benda asing yang masuk ke dalam hidung anak kecil atau bayi biasanya tidak selalu dapat segera diketahui. Mengapa? karena dengan sebelah lubang hidung anak masih dapat bernapas.

Hidung yang berdarah, mengeluarkan lendir berbau busuk (bukan karena pilek) dapat dijadikan indikasi masuknya suatu benda asing ke dalam hidung.

Bila anak sudah dapat ,nyingsring` hal ini tidak akan menjadi masalah, karena benda asing dapat keluar dengan sendirinya. Sumbat dengan jari Anda lubang hidung yang sehat (tidak termasuki benda asing). Suruhlah si anak menyingsring.

Bila anak belum dapat melakukannya jangan mencoba mengorek-ngorek hidung dengan harapan benda asing akan keluar. Sebaliknya, dengan melakukan hal ini benda asing akan semakin terdorong ke arah dalam. Dalam kondisi begini segerelah bawa anak ke dokter.

Bila benda asing masuk ke dalam telinga, Anda tidak boleh mengorek-ngorek telinga, hal ini dapat menyebabkan rusaknya genderang telinga.

3. Mengambil benda asing kecil dalam mata

Urut ke arah hidung.
Dengan demikian benda asing akan lebih mudah diambil.
Mata melihat ke atas.
Tarik kulit ke arah bawah
Keluarkan benda Asing dengan ujung tissue yang bersih

Tindakan Pertama pada Kecelakaan saat Berolahraga

Submitted by KHARISMA on Sun, 2006-01-01 00:00. Education

Kecelakaan saat berolahraga membutuhkan penanganan dokter sesegera mungkin. Rasa sakit setelah kecelakaan bukanlah patokan perlu tidaknya penanganan dokter. Hanyalah dokter yang dapat mendiagnosa secara tepat apa yang terjadi sebenarnya. Diagnosa dokter yang tepat sangat diperlukan, terlebih lagi pada luka / kecelakaan di sekitar pundak. Penanganan dini dokter akan mempercepat penyembuhan. Janganlah Anda menunggu berhari-hari. Penyembuhan yang mungkin seharusnya hanya beberapa hari bisa menjadi lebih lama, bahkan berminggu-minggu.

Walaupun penanganan dini dokter menentukan, bukan berarti kita mengabaikan pertolongan pertama pada kecelakaan saat berolahraga. Barangsiapa yang tertangani lebih awal, akan lebih cepat pula fit kembali. Misalnya saja, bila memang dibutuhkan penanganan operasi, maka dokter bisa langsung mengoperasi tanpa harus menunggu sampai pembengkakan mereda. Pembengkakan bisa dihindari bila telah dilakukan tindakan pertolongan pertama. Kecelakaan yang terjadi saat berolahrga adalah terkilir dan kejang otot .

A. Terkilir

1. Istirahat

Sendi anggota tubuh yang terkilir bila tidak diistirahatkan akan menjadi lebih parah lagi. Ligament antara sendi tubuh bila terkilir mengalami penegangan. Sehingga bila tidak diistirahatkan dapat putus, disebut torn ligament (Bänderriss)

2. Kompres dingin

Kompres dingin dapat mengurangi pembengkakan, radang dan rasa sakit.

3. Bebat

Bebat atau penekaan pada tempat yang sakit bila dikombinasikan dengan kompres dingin dapat membantu menghindari pembengkakan. Lebih mudah lagi bila terapi ini Anda lakukan dengan menggunakan kompres pendingin yang siap pakai dari Apothek (K�hlkompress).

(Kompress dingin)

Kompres pendingin terdiri dari garam pendingin dan kantong air. Sebaiknya Anda selalu sedia kompress pendingin ini di kulkas.
Penting Anda perhatikan: jangan letakan kompres pendingin langsung pada permukaan kulit. Karena dapat menyebabkan pembekuan (radang karena dingin).Untuk menghindari radang, bungkus kompress dengan kain. Biasanya dijual juga kantong kain untuk kompress. Bila mengkompress kaki yang mengalami patah tulang, jangan lepas kaus kaki.

4. Naikkan bagian tubuh yang terkilir

Setelah dikompres, bagian tubuh yang keseleo sebisa mungkin dinaikkan setinggi posisi jantung. Segera panggil dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

5. Pertolongan dengan obat-obatan

Bila dokter mendiagnosa terkilir pada persendian, terapi yang paling tepat adalah bebat yang dikombinasikan dengan kompres dingin. Sebagai tambahan bisa gunakan obat-obatan dengan kandungan Ibuprofen atau ‹Asam Acetylsalicyl. Zat ini dapat menyembuhkan pembengakakan. Untuk pengobatan luar bisa digunakan salep atau krem yang mengandung Ibuprofen, Felbinac, Piroxicam atau Asam Flufenamin yang dapat dibeli di Apothek. Tetapi perlu diperhatikan penggunaan obat-obatan ini bisa mengakibatkan sakit maag, karena efek asamnya yang kuat terhadap lambung.
Dari jenis tumbuhan-tumbuhan Arnika Beinwell atau Acmella ciliata juga membantu penyembuhan.

B. Kejang otot betis

Kejang otot betis dapat diatasi dengan dua cara :

1. Posisi tidur

Rentangkan kaki dan pegang jari-jari kaki. Tarik ke arah Anda. Bisa juga Anda tekan telapak kaki Anda pada permukaan yang datar dan keras misalnya pada tembok.

2. Posisi berdiri

Alihkan berat tubuh Anda pada kaki yang terkena kejang. Tekuk sedikit lutut secara perlahan-lahan. Anda dapat pula menekankan telapak kaki Anda pada permukaan yang datar dan kuat misalnya tembok.

Anda dapat melakukan terapi kompress dingin pada bagian otot kejang. Setelah itu barulah Anda dapat lakukan terapi hangat (misalnya dengan balsam) untuk membantu memperlancar aliran darah. Bila aliran darah lancar kejang otot berkurang.

Kejang betis sangat tidak mengenakkan tapi tidak menyebabkan resiko kesehatan lebih lanjut. Biasanya kejang otot terjadi bila si penderita kurang melakukan pemanasan sebelum berolahraga atau kurang terlatih melakukan olahraga yang lebih lama atau berat. Untuk itu lakukanlah pemanasan dengan benar sebelum anda berolahraga dan lakukan sesuai kesanggupan.

Sekilas tentang kejang otot

Kejang otot terjadi karena otot-otot tidak cukup dialiri darah, sehingga pertukaran zat-zat mineral dalam tubuh tidak dapat berlangsung dengan cepat. Penyebab lain adalah kekurangan mineral. Saat bekerja, otot memerlukan zat-zat mineral seperti natrium, kalsium magnesium atau kalium. Ketika tubuh berkeringat zat-zat mineral ini, terutama natrium, ikut larut dengan keluarnya keringat. Zat-zat mineral tidak hanya keluar melalui keringat tapi juga melalui pembuangan urin. Oleh sebab itu obat cuci perut atau sejenisnya dapat menaikkan resiko kejang otot.

Bukan hanya olahragawan yang sering terkena kejang otot tapi juga kelompok usia tua dan ibu-ibu hamil. Hal ini disebabkan kekurangan magnesium. Untuk menghilangkannya dokter memberikan terapi magenesium. Sebelum anda melakukan terapi magnesium sebaiknya tanyakan dulu ke dokter, apakah terapi ini dapat menimbulkan efek samping. Terlebih lagi bila Anda mengidap sakit ginjal, menjalani terapi penyembuhan jantung maupun darah tinggi. Bila memang ternyata Anda tidak kekurangan magnesium, penggunaan suplemen magnesium yang berlebihan justru berdampak negatif.

indakan Tepat Pada Saat Yang Tepat

Submitted by KHARISMA on Sun, 2006-01-01 00:00. Education

Secara umum tindakan ABC seperti pada tulisan bagian pertama dapat dilakukan pada jenis kecelakaan apa saja bila memang diperlukan. Tindakan-tindakan khusus menurut jenis kecelakaan dapat Anda ikuti dalam tulisan berikut. Usahakanlah tindakan-tindakan dilakukan secara tenang dengan pikiran tenang tindakan dapat dilakukan secara benar.

Kasus apa saja yang dibahas disini?

  • Perdarahan
  • Luka bakar/melepuh
  • Tersetrum
  • Tenggelam
  • Patah tulang

A. Perdarahan

Bila terjadi perdarahan di hidung atau mimisan.

  • Dudukkan penderita. Bisa juga dalam posisi berdiri (jangan dibaringkan).
  • Tundukkan kepala penderita sedikit ke depan taruh kompres dingin di leher bagian belakang.
  • Usahakan untuk sering mengganti kompres sehingga bagian belakang leher tetap dingin.
  • Kompres panas justru akan memperbanyak perdarahan.
  • Biasanya perdarahan akan berhenti setelah 4-5 menit.

Bila perdarahan terjadi pada jari /tangan angkat jari/tangan tinggi-tinggi.

Bila terjadi perdarahan banyak.

  • Yang pertama harus anda lakukan adalah menenangkan penderita agar tidak terlalu banyak bergerak.
  • Jangan buang waktu dengan mencari-cari tissue atau kain pembalut.
  • Setelah penderita tenang barulah Anda lakukan sbb.:
    1. Baringkan penderita.
      Usahakan bagian tubuh yang terluka dalam posisi yang lebih tinggi dari tubuhnya. Dengan demikian aliran darah ke tubuh yang terluka akan mengalir lebih lambat.
    2. Bila pada luka terdapat potongan kaca atau benda lain.
      • Tekan bagian bawah dan atas luka.
      • Jangan tekan langsung pada lukanya.
    3. Bila perdarahan berhenti jangan bersihkan darah-darah yang mengering pada permukaan luka. Darah yang mengering merupakan reaksi alami tubuh untuk mencegah perdarahan lebih lanjut.
    4. Bebat luka/Tekan luka dengan sepotong kain bersih. Setelah itu segera panggil dokter atau bawa ke rumah sakit.

Contoh tindakan pada perdarahan:

  1. Perdarahan.
  2. Tinggikan anggota yang bersangkutan dan lakukan penekanan setempat (1). Bila perlu berikan tekanan pada arteri (2)
  3. Letakan gulungan pembalut di bawah balut tekan untuk memberikan tekanan setempat

B. Luka bakar/melepuh
Melepuh terjadi bila sebagian kecil kulit terkena air mendidih atau sesuatu yang panas. Untuk hal ini biasanya pertolongan pertama sudah mencukupi. Pertolongan pertama pada luka bakar yang ringan atau melepuh adalah sbb.:

  1. Dinginkan luka dengan air mengalir selama kurang lebih 20 menit.
    Pendinginan yang konstan dapat menghindari penyebaran panas pada permukaan kulit.
  2. Bila cara di atas tidak memungkinkan, misal Anda dalam perjalanan Anda dapat menggunakan Brandwundenspray yaitu spray untuk luka bakar yang tersedia di apotik.
  3. Jangan olesi sembarangan pada luka
    Jangan oleskan krem, minyak atau sembarang salep dan jangan pergunakan kapas pada permukaan luka karena dapat menempel
  4. Hindari infeksi
    Untuk menghindari infeksi pada luka bakar Anda dapat mengoleskan salep atau krem khusus: desinfizierende Wundgele salep desinfektan khusus luka bakar. Tersedia di apotik
  5. Biarkan luka terbuka
    Bila luka bakar atau kulit yang melepuh kecil usahakan luka tetap terbuka agar mudah kering. Namun hal dilakukan bila memang infeksi relatif kecil terjadi. Bila luka bakar atau melepuh seluas atau lebih luas dari dua kali telapak tangan Anda perlu segera penanganan dokter. Dalam hal ini pertolongan pertama saja tidaklah mencukupi.

C. Tersetrum

Tersetrum terjadi bila seseorang memegang alat elektronik atau kabel listrik yang rusak, bila sudah terjadi begitu otot-otot tangan tidak bisa lagi melepas benda yang menyebabkan penderita tersetrum. Bila Anda memegang penderita tanpa sebelumnya mematikan aliran listrik maka Anda akan terkena strum. Tindakan apa yang dapat Anda lakukan?

  1. Segera matikan aliran listrik. Cabut steker. Atau matikan sikring pusat. 
  2. Jauhkan penderita dari sumber listrik. Untuk dapat memegang penderita tanpa kesetrum anda memerlukan benda yang tidak bisa mengantarkan listrik. Gunakan misalnya, sarung tangan karet yang kering (air juga dapat mengantarkan listrik !!), atau tongkat sapu. (lihat gbr disamping).
  3. Periksa apakah penderita masih bernapas dengan normal. Bila tidak lakukan pernapasan mulut. 
  4. Bila penderita masih bernapas dengan normal baringkan dengan posisi sisi mantap . Yaitu miringkan penderita ke sisi kanan, tangan kiri penderita letakkan di pipi kanan.Hal ini dilakukan supaya penderita bisa bernapas spontan (tidak tertutup oleh lidah ).
  5. Hubungi segera dokter atau ambulans
  6. Letakkan kain atau pakaian yang kering dan tidak berbulu pada permukaan luka.

D. Tenggelam

Bagi anak kecil atau bayi sudah dapat dikatakan tenggelam bila seluruh mukanya tenggelam dalam genangan air yang tidak terlalu dalam, misalnya kolam di kebun. Bila air dalam jumlah banyak tertelan penderita terancam bahaya, Anda dapat melakukan pertolongan pertama sbb.:

  1. Angkat kepala atau tubuh penderita dari air, sehingga air dapat keluar dari saluran pernafasan.
  2. Bila diperlukan lakukan pernapasn mulut. Walaupun penderita sudah tidak bernapas dalam waktu yang agak lama pernapasan mulut dapat kembali menormalkan pernapasan.
  3. Bila pernapasan sudah kembali normal dudukkan penderita
  4. Hubungi segera dokter atau ambulans.

E. Patah tulang

Patah tulang terdiri dari dua jenis, yaitu patah tulang terbuka dan petah tulang tertutup. Yang dimaksud patah tulang terbuka ialah patah tulang disertai luka pada permukaan kulit. Sedangkan yang dimaksud patah tulang tertutup adalah patah tulang tanpa disertai luka.

Jatuh dari pohon atau tempat tinggi (misal sehabis meloncat) biasanya hanya menyebabkan patah tulang tertutup.

Anda dapat membedakan antara patah tulang dan keseleo biasa antara lain dengan tanda-tanda sbb:

Biasanya pada patah tulang terdapat:
– Rasa sakit yang amat sangat
– Bagian tubuh yang bersangkutan tidak bisa digerakkan

Untuk penanganan lebih lanjut segera panggil dokter atau ambulans, usahakan penderita jangan bergerak sedikitpun. Jangan beri minum atau makan bagi penderita, siapa tahu diperlukan penangan operasi yang membutuhkan bius total.
Penanganan medis terlebih lagi sangat urgen bila saat jatuh diawali dengan posisi kepala dibawah.

Walaupun penderita tidak merasa sakit perhatikan gejala-gejala yang terjadi setelah jatuh. Misalnya muntah, sakit kepala, keluar darah atau cairan dari hidung atau telinga, sesak napas dan tanda-tanda terhambatnya gerakan tubuh. Bila anda menemukan salah satu diantara gejala diatas segera hubungi dokter atau ambulans.

Pertolongan Pertama I
Jumat, 28 Oktober 2005

Salah satu hal penting dalam pemberian Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah memeriksa Bahaya, Respon, Saluran Udara, Pernafasan, dan Sirkulasi, atau dalam bahasa Inggrisnya disingkat DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing and Circulation).

Bahaya 
Untuk diri sendiri : jangan membahayakan diri sendiri dalam memberikan pertolongan pertama (misal : P3K untuk korban sengatan listrik, kecelakaan lalu lintas, terbakar dll)
Untuk orang lain : jangan biarkan orang lain terancam bahaya
Untuk korban : jauhkan korban dari bahaya (misal : sumber listrik, jalan raya, sumber api dll)

Respon 
Periksa apakah korban dapat merespon kita dengan menggoyang dan berteriak
Apakah korban sadar ?
Apakah korban setengah sadar atau bingung ?
Apakah korban tidak sadar tapi memberikan reaksi pada kita ? Apakah korban tidak sadar dan tidak bereaksi ?

Saluran udara
Apakah saluran udara terbuka ?
Apakah korban bernafas ?
Apakah ada benda yang dapat menyumbat saluran udara, seperti darah / muntah ?

Pernafasan :
Periksa apakah korban bernafas dengan :
-Lihat naik turunnya dada korban
-Dengarkan bunyi nafas korban
-Rasakan pernafasan dengan meletakkan tangan pada dada

Sirkulasi :
-Adakah denyut nadi leher ?
-Apakah denyut nadi leher kuat dan beraturan ?
-Apakah korban kehilangan darah yang banyak ?

Apabila korban sadar, beri pertolongan sesuai dengan gejala.

Apabila korban tidak sadar dan bernafas, letakkan pada posisi stabil dan beri pertolongan pada luka (bila ada).

Apabila korban tidak sadar, tidak bernafas, dan denyut nadi ada, beri pernafasan buatan.

Apabila korban tidak sadar, tidak bernafas, dan tidak ada denyut nadi, berikan CPR (resusitasi jantung paru).

Posisi Stabil (Korban Tidak Sadar)

Saluran udara pada korban yang tidak sadar dapat tersumbat muntah atau tersumbat lidah. Untuk menghindari hal tersebut, letakkan korban pada posisi yang memastikan terbukanya saluran udara, yaitu posisi stabil.

Posisi stabil adalah posisi korban berbaring pada sisi tubuh, dengan kepala korban sejajar dengan badan (tidak bersandar bantal atau benda lain) dan dagu agak dinaikkan. Posisi ini memastikan tidak tertelannya muntah bila korban muntah, dan menjauhkan lidah dari pintu saluran udara.

Cara meletakkan korban pada posisi stabil:

  • Siapkan korban dengan memeriksa pernafasannya, mengeluarkan benda yang memenuhi kantong, melepaskan kalung dan kacamata
  • Berlutut di samping korban, dan telentangkan satu tangan korban yang dekat dengan kita
  • Tekukkan satu kaki korban (yang jauh dari kita) pada lututnya
  • Dorong kaki korban yang tertekuk dan bahu korban ke arah kita sehingga korban sekarang berbaring pada sisi tubuhnya menghadap kita
  • Letakkan kepala korban pada permukaan, tengadahkan dagunya sedikit

Pertolongan Pertama II
Jumat, 28 Oktober 2005

Seorang pemberi pertolongan pertama bertugas:

  • Memeriksa keadaan tanpa membahayakan diri sendiri, misalnya memeriksa apakah masih ada kabel listrik tegangan tinggi di sekitar korban, atau ada ceceran bahan kimia berbahaya dll.
  • Menenangkan korban dan melindunginya dari bahaya yang mungkin timbul.
  • Jika perlu membawa korban kembali ke tempat tinggalnya atau ke tempat sarana medis terdekat.

Sikap tenang dan percaya diri selama menilai situasi dan melakukan perawatan medis yang diperlukan, akan menentramkan semua orang terutama korban dan membuat mereka yakin ia akan mampu mengatasi situasi.

Seorang pemberi P3K yang bijaksana tidak hanya tergantung dari barang-barang yang ada dalam perlengkapan P3Knya, tetapi ia akan berusaha untuk menggunakan barang apa saja yang ada di sekitarnya, dan apabila perlu ia akan membuatnya sendiri, misalnya tandu darurat, penyangga darurat dan lain-lain.

Hal-Hal Yang Perlu Dicermati:

  • Urutan Kejadian; Bagaimana Kecelakaan Terjadi?, Tanyakan pada korban dan saksi mata.
  • Gejala; Dengar baik-baik segala ucapan korban, apakah ia merasa sakit? Lihat secara jelas, bagian tubuh mana yang mengalami pendarahan?Dapatkah digerakkan?
  • Tanda-Tanda; Periksa korban dari ujung kepala hingga kaki dengan cermat, bandingkan ke dua sisi badan korban. Adakah kejanggalan yang terlihat atau teraba? Apakah korban mengenakan tanda-tanda medis seperti gelang medis
  • Perkecil Resiko terjadinya kecelakaan susulan; misalnya terjadi kecelakaan lalu lintas, perkecil resiko terjadinya kebakaran dengan mematikan stater / kunci kontak, segera siagakan alat pemadam kebakaran. Peringatkan Kendaraan lain yang melewati tempat kejadian, seperti dengan memasang segitiga pengaman atau tunjuk beberapa orang untuk mengatur lalu lintas
  • Saksi Mata

Bila korban mendapat kecelakaan karena:

• Berhubungan dengan Listrik

Bila korban terkena sengatan listrik tegangan rendah, misalnya di ruang tamu, hentikan aliran listrik dengan mematikan sekering atau mencabut stop kontak. Bila hal ini sulit untuk dilakukan, berdirilah pada permukaan yang kering, misalnya gulungan kertas, keset karet dll, dan sentakkan anggota tubuh korban yang terkena aliran listrik tersebut dengan benda yang bukan menghantarkan arus listrik, misalnya tangkai sapu. Kemudian baru lakukan pertolongan pertama seperlunya. DILARANG MENYENTUHKAN KORBAN DENGAN BENDA BASAH, karena air merupakan penghantar listrik yang baik.

• Berhubungan dengan Kendaraan Pengangkut Bahan Kimia

Biasanya kendaraan pengangkut bahan kimia selalu memberikan tanda-tanda peringatan, misalnya apakah cairan yang dimuat mengandung zat beracun, zat mudah terbakar, zat korosif dll. untuk itu kita harus berhati-hati dalam menanganinya. Misalnya kita ragu-ragu untuk menolongnya, usaha paling bagus adalah dengan segera melaporkan kecelakaan tersebut dengan data-data yang ada.

• Berhubungan dengan Binatang Buas atau Berbisa

Sebelum kita melakukan pertolongan pertama, alangkah bijaksananya bila kita terlebih dahulu mengecek apakah binatang tersebut masih ada di tempat kejadian atau sudah pergi.

Pemberian Nafas Buatan
Jumat, 28 Oktober 2005

Pemberian nafas buatan pada korban yang tidak bernafas sangat penting sebab otak mengalami kerusakan bila tidak mendapatkan oksigen lebih dari 3 menit.

Ada beberapa cara pemberian nafas buatan :

  • Mulut ke mulut : pemberian nafas buatan dilakukan dari mulut penolong ke mulut korban (mulut korban tertutup mulut penolong)
  • Mulut ke hidung : dilakukan bila mulut korban mengalami luka, pemberian nafas buatan dilakukan dari mulut penolong ke hidung korban, mulut korban ditutup pada saat udara dihembuskan dan dibuka penghembusan udara keluar
  • Mulut ke hidung dan mulut : dilakukan pada korban anak

Gejala nafas terhenti :

  • Pingsan
  • Nafas terhenti atau bernafas kurang dari 4 ? 5 kali per menit

Prosedur pemberian nafas buatan :

  1. Periksa bahaya sekitar
  2. Gulingkan korban ke arah berlawanan dengan kita, periksa saluran udara
  3. Terlentangkan korban, buka saluran udara
  4. Lihat, dengar dan rasakan apakah korban bernafas (bila bernafas, letakkan pada posisi stabil)
  5. Berikan 5 nafas buatan, periksa naik turunnya dada
  6. Periksa denyut nadi ? Denyut nadi ada
  7. Berikan satu nafas buatan setiap 4 detik (15 nafas per menit)
  8. Untuk anak dan bayi, berikan satu nafas buatan setiap 3 detik (20 nafas per menit)
  9. Periksa denyut nadi setelah 1 menit, kemudian setiap 2 menit
  10. Periksa saluran udara, waspada terhadap muntah

Nafas buatan yang diberikan secara penuh (menghembus dengan penuh) kepada korban dewasa, untuk anak dan bayi, kurangi hembusan karena terlalu banyak udara yang dihembuskan kepada anak dan bayi dapat terarah ke keronkongan dan perut dan menyebabkan muntah. Pemberian nafas buatan kepada anak dan bayi biasa dilakukan dengan memenuhi rongga mulut penolong dengan udara dan mengeluarkannya sedikit demi sedikit ke rongga mulut anak/bayi.

Pemberian nafas buatan dilakukan sampai korban bernafas sendiri, atau sampai bantuan medis datang, atau bila korban mengalami ?cardiac arrest? (jantung berhenti ? ditandai dengan tidak berdenyutnya nadi) maka resusitasi jantung paru (CPR) harus dilakukan.

Cara Melakukan P3K yang Terbaik
Jumat, 28 Oktober 2005

Sampai sekarang ini, banyak mitos seputar pertolongan pertama pada kecelakaan, yang diterapkan oleh orangtua. Anjuran atau saran dari mulut ke mulut ini sebenarnya banyak yang keliru, Namun, terlanjur sudah di anggap benar sehingga terus di terapkan. Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ( P3K ) yang harus dihindari.


Membersihkan Luka Teriris Dengan Peroxide atau Alkohol

Salah : Sebab, saat dioleskan keluka yang terbuka, akan menimbulkan rasa yang sangat perih.

Penanganan yang Terbaik : Bersihkan luka dengan air. Lalu oleskan salep antibiotik, dan tempelkan bandage.

Mengoleskan Mentega Pada Luka Bakar

Salah : Sebab, mentega berperan sebagai pengunci pada kulit, dapat menyebabkan panas terus bertahan dan memperburuk luka bakar. Selain itu, juga meningkatkan risiko infeksi.

Penanganan yang Terbaik : Siram atau letakkan bagian yang terkena panas dibawah air yang mengalir, misalnya kran air sekitar 1 menit lamanya. Atau kompres bagian yang terkena dengan lap basah. Sesudah itu, oleskan lotion antibakteri untuk mencegah infeksi. Tutuplah daerah yang terkena dengan bandage steril dan kering. Lalu hubungi dokter.

Memindahkan Anak yang Jatuh Dengan Cedera Kepala, atau Punggung, Ketempat yang Lebih Tinggi dari Tinggi Badannya

Salah : Sebab, jika tulang punggungnya cedera, bisa menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

Penanganan yang Terbaik : Bila anak Anda kesakitan atau tidak sadar, segera panggil ambulance atau bawa ke rumah sakit. Usahakan untuk membuat anak Anda tetap diam. Kendatipun dia masih dapat berdiri dan berjalan seperti biasa, tetap bawa ke dokter. Anak dengan cedera parah, seperti tulang selangka patah, kadang masih bisa berjalan selama beberapa hari tanpa merasakan adanya masalah.

Mengeluarkan Kotoran Seperti Debu, Tanah atau Pasir dari Mata Anak

Salah : Sebab, Anda bisa menggores mata anak Anda dan menggurat kornea mata anak Anda.

Penanganan yang Terbaik : Bersihkan mata dengan air dindin, pastikan kepala anak Anda dimiringkan sehingga mata yang terkena berada pada posisi yang rendah dan kotoran tidak terbawa ke dalam mata. Jika kotoran tetap tinggal di dalam, atau anak Anda merasa sakit, mata merah, bengkak atau mengeluarkan sesuatu dari dalam mata, segera bawa anak Anda ke dokter spesialis anak.

Meletakkan Es Langsung Pada Daerah Cereda

Salah : Sebab, memberikan suhu dingin secara cepat pada otot yang cedera atau disengat serangga dapat menjaga bengkak dan rasa sakit pada tingkat minimum. Tetapi, jangan letakkan es lengsung pada kulit. Cara ini bisa menimbulkan rasa terbakar.

Penanganan yang Terbaik : Masukan segenggam es batu ke dalam kantong plastik. Lalu bungkus kantong dengan saputangan handuk atau lap basuh dari handuk. Kemudian kompreskan di atas luka sekitar 15 menit lamanya.

KETRAMPILAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

PENDAHULUAN

1. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang memberikan bekal peserta didik dalam hal pengalaman :

a. Kewajiban diri untuk mengamalkan kode kehoramatan pramuka

b. Kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain

c. Kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan Pramuka di masyarakat

2. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan merupakan seperangkat ketrampilan dan pengetahuan kesehatan yang praktis dalam memberikan bantuan pertama kepada orang lain yang sedang mengalami musibah, antara lain pada pasien yang :

a. Berhenti bernafas

b. Pendarahan parah

c. Shok

d. Patah tulang

3. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Pengetahuan Praktis tentang Kesehatan merupakan alat pendidikan bagi para pramuka sesuai selaras dengan perkembangannya agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan keluarga serta lingkunganny, dan mempunyai kemampuan yang mantap untuk menolong orang lain yang mengalami kecelakaan.

MATERI POKOK

1. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

a. P3K bagi pasien yang berhenti bernafas

Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan.

Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban.

Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut :

1) Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas

2) Rahang ditarik sampai mulut terbuka

3) Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.

4) Tiup ke mulut/hidung korban, kepada :

a) Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.

b) Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit

b. P3K bagi korban Sengatan Listrik

1) Penolong hendaknya berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan kering

2) Gunakan tongkat kering/papan kering untuk menarik atau mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban

3) Setelah kontak dengan aliran listrik tiada lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan medis datang

c. P3K bagi pasien yang menderita pendarahan parah

1) Luka hendaknya ditutup kain kasa kompres yang steril, selanjutnya kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti.

Untuk menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa steril, saputangan bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika.

Kalau tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya daripada resiko infeksi.

2) Luka yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak.

3) Pada semua kasus pendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang.

d. Pertolongan Pertama Mengurangi Shok

1) Setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok merupakan reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ-organ penting.

2) Tanda-tanda Shok

a) Denyut nadi cepat tapi lemah

b) Merasa lemas

c) Muka pucat

d) Kulit dingin, kerinagt dingin di kening dan telapak tangan, kadang-kadang pasien menggigil

e) Merasa haus

f) Merasa mual

g) Nafas tidak teratur

h) Tekanan darah sangat rendah

3) Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan cara :

a) Menghentikan pendarahan

b) Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas

c) Memberi nafas buatan

d) Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan

4) Langkah – langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok :

a) Baringan korban dengan posisi kepala sama datar atau lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah aliran darah ke jantung dan otak.

Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas posisi kepala.

b) Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin

c) Usahakan pasien tidak melihat lukanya

d) Pasien/penderita yang sadar, tidak muntha dan tidak mengalami luka di perut, dapat diberi larutan shok yang terdiri dari :

– 1 sendok teh garam dapur

– ½ sendok teh tepung soda kue

– 4-5 gelas air

– dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi kental/teh

e) perlakukan pasien dengan lemah lembut, sebab rasa nyeri akibat penanganan yang kasar bisa menjerumuskan korban pada shok yang lebih parah.

f) Cepat-cepat panggil dokter

e. P3K patah tulang

1) Tanda-tanda patah tulang

a) Penderita tidak dapat menggerakkan bagian yang luka

b) Bentuk bagian yang terkena tampak tidak normal

c) Ada rasa nyeri kalau digerakkan

d) Kulit tidak terasa kalau disentuh

e) Pembengkakkan dan warna biru di sekitar kulit yang luka

2) Pedoman umum pertolongan pertama terhadap patah tulang

a) Pada umumnya patah tulang tidak pernah sebagai kasus darurat yang membutuhkan pertolongan segera, kecuali demi penyelamatan jiwa korban. Sebaiknya jangan menggerakkan atau mengganggu penderita, tunggu saja sampai dokter atau ambulans datang.

b) Kalau korban harus dipindahkan dari tempat yang membahayakan, pindahkan korban dengan cara menarik tungkai atau ketiaknya, sedang tarikannya harus searah dengan sumbu panjang badan

c) Kemudian lakukan memeriksa apakah ada luka-luka lainnya :

– hentikan pendarahan serius yang terjadi

– usahakan korban terhindar dari hambatan pernapasan

– upayakan lalu lintas udara tetap lancer

– jika diperlukan buatlah nafas buatan

– jangan meletakkan bantal di bawah kepala, tapi letakkanlah di kiri kanan kepala untuk menjaga agar leher tidak bergerak

d) Kalau bantuan medis terlambat, sedang penderita harus diangkat, jangan mencoba memperbaiki letak tulang.

Pasanglah selalu pembelat (bidai) sebelum menggerakkan atau mengangkat penderita.

3) Macam-macam patah tulang dan pertolongan pertamanya

a) Patah lengan bawah Pergelangan Tangan

• Letakkan perlahan-lahan lengan bawah tersebut ke dada hingga lengan membentuk sudut 90 derajat dengan lengan atas, sedang telapak tangan rata di dada

• Siapkan 2 pembelat ( bidai ) yang dilengkapi dengan kain pengempuk, satu untuk membelat bagian dalam, sedang yang lain untuk membelat bagian luar

• Usahakan pembelat merentang dari siku sampai ke punggung jemari

• Aturlah gendongan tangan ke leher sedemikian rupa sehingga ketinggian ujung-ujung jari hanya 7,5-10 cm dari siku

Patah Tulang lengan Atas (siku ke bahu)

• Letakkan tangan perlahan-lahan ke samping tubuh dalam posisi sealamiah mungkin

• Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menempel perut

• Pasang satu pembelat (bidai) yang sudah berlapis bahan empuk di sebelah luar lengan dan ikatlah dengan 2 carik kain di atas dan di bawah bagian yang patah

• Buatlah gendongan ke leher, tempelkan ke lengan atas yang patah ke tubuh dengan handuk atau kain yang melingkari dada dan belatan (bidai)

c) Patah Tulang Lengan Bawah

Letakkan pembelat (bidai) berlapis di bawah telapak tangan, dari dekat siku sampai lewat ujung jemari.

d) Patah Tulang di paha

• Patah tulang di paha sangat berbahaya, tanggulangi shok dulu dan segera panggil dokter

• Luruskan tungkai dan tarik ke posisi normal

• Siapkan 7 pembalut panjang dan lebar

• Gunakan 2 pembelat papan lebar 10-15 cm yang dilapisi dengan kain empuk

• Panjang pembelat untuk bagian luar harus merentang dari ketiak sampai lutut, sedangkan pembelat untuk bagian dalam sepanjang dari pangkal paha sampai ke lutut.

f. Pembalut dan Pembalutan

1) Pembalut

Macam-macam pembalut :

a) Pembalut kasa gulung

b) Pembalut kasa perekat

c) Pembalut penekan

d) Kasa penekan steril (beraneka ukuran)

e) Gulungan kapas

f) Pembalut segi tiga (mitella)

2) Pembalutan

a) Pembalutan segitiga pada kepala, kening

b) Pembalutan segitiga untuk ujung tangan atau kaki

c) Pembungkus segitiga untuk membuat gendungan tangan

d) Membalut telapak tangan dengan pembalut dasi

e) Pembalutan spiral pada tangan

f)

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

Tips Ringkas mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Submitted by KHARISMA on Sun, 2006-01-01 00:00. Berita

Yang perlu diperhatikan dimana saja kapan saja bila terjadi kecelakaan adalah ABC-nya yaitu: A: airway (jalan napas), B: breathing (pernapasan), dan C: circulation (sirkulasi).
Yang dimaksud jalan napas disini adalah apakah jalan nafas tersumbat atau bebas, sedangkan pernapasan adalah apakah pernapasan ada atau tidak dan sirkulasi adalah melihat apakah sirkulasi darah stabil atau tidak hal ini dapat dinilai dengan memegaang denyut nadi dileher, apakah masih ada atau tidak .

Tindakan yang harus dilakukan sesuai juga dengan urutan di atas, yaitu ABC. Tindakan ini dinamakan juga resusitasi, sebelum melakukan resusitasi ada tiga langkah tindakan yaitu:

  1. Penentuan kesadaran: penderita dipanggil. Jika tidak ada jawaban, diketok atau dicubit.
  2. Usahakan ambulans, polisi dan pertolongan lain.
  3. Terlentangkan penderita agar siap diresusitasi. Perhatikan tulang belakang dan leher. Posisi penyelamat di sisi kanan penderita.Lihat gambar disamping.I. Tindakan Resusitasi

A (Airway) Membebaskan jalan napas

Bila penderita tidak bernafas bebaskan jalan nafas. Ada tidaknya nafas terbukti dengan tidak adanya hembusan nafas dari hidung dan mulut.

A. Jalan nafas tertutup oleh lidah dan mungkin oleh pangkal tenggorokan karena lidah jatuh ke belakang.

B. Extensi (dongakan) kepala ke arah belakang sehingga lidah terdorong ke depan. Hindari posisi leher penderita yang tertekuk. Dengan menghindari posisi leher yang tertekuk biasanya napas bisa kembali normal.

Letak rahang (posisi kepala) dipertahankan selama penderita belum sadar.
Perhatikan: bila dicurgai kemungkinan cedera tulang jangan lakukan (hiper)extensi kepala.

B (Breathing) Ventilasi Paru (napas buatan)

Setelah melakukan tindakan A, lakukan kembali penilaian pernafasan. Seperti pada A penilaian pernafasan dilakukan dengan meraba keluarnya udara dari mulut dan atau hidung, dan dengan memperhatikan gerakan pernafasan dada atau perut yang teratur. Jika tidak ada pernafasan setelah jalan nafas bebas (A) tindakan B segera dimulai. Dengan posisi penderita yang sama seperti A lakukan nafas buatan.

Sambil menutup hidung (tangan kiri) dan menahan rahang bawah di depan, hembuskan udara dengan cukup kuat ke dalam jalan napas penderita.

Perhatikan bahwa dada harus mengembang naik dan dada turun sebagai tanda ekspirasi (keluarnya udara) pasif.

Napas buatan gagal bila tidak terdapat tanda ekspirasi pasif. Bila terlihat benda asing di tenggorokkan, maka tindakan berikutnya adalah membersihkan dan membebaskan jalan napas dari benda asing, karena salah satu tanda adanya benda asing adalah gagalnya ekspirasi pasif. Cara mengeluarkan benda asing lihat tulisan “Bila benda asing masuk ke dalam tubuh” pada bagian “Kritis benda asing masuk ke dalam saluran pernafasan. Setelah mengeluarkan benda asing lakukan tindakan berikutnya.

C: Circulation : Peredaran darah

Setelah dilakukan tindakan A dan B atau mengeluarkan benda asing yang masuk kembali periksa pernapasan penderita atau menetukan terhentinya jantung atau tidak.

Penentuan henti jantung dilihat dari tanda-tanda: penderita tidak sadar, tidak ada pernapasan dan tidak ada denyut nadi di leher. Jika diagnosis henti jantung ditegakkan, masase jantung melalui kempaan dada harus segera dimulai (Tindakan C). Tindakan ini jika dilakukan dengan cara yang salah akan menimbulkan penylit-penyulit sebagai berikut : Patah tulang iga, patah tulang dada, hubungan tulang dada dan tulang iga terlepas, pendarahan rongga dada cedera paru dan cedera hati . Sehingga untuk melakukan tindakan resusitasi ini sebaiknya dengan mengikuti kursus resusitasi.

Cara melakukan resusitasi:

Letak dan sikap kedua tangan: di tulang dada bagian sepertiga bawah dengan jari mengarah ke kiri.
Jari tidak boleh menekan dada

Tempat dan sikap penolong: Lengan tegak lurus dengan sendi siku tetap dalam ekstensi (kepala terdongak).
Perlu diperhatikan kempaan dada tidak mungkin, jika alas baring tidak keras.

Bila penderita tetap tidak bernafas dan tidak ada denyut nadi di leher, lakukan gabungan B dan C.

Gabungan B dan C :

Gabungan antara B dan C dinamakan juga resusitasi jantung paru.

Jika ada dua penyelamat buka jalan napas. Napas buatan dilakukan oleh penyelamat pertama, sedangkan masase jantung dilakukan oleh orang kedua. Berturut-turut lakukan lima kempaan dada dan satu napas buatan dengan irama kempaan 60-807/ menit.

Jika hanya ada satu penyelamat, lakukan berturut-turut 10 kempaan dan dua napas buatan. Irama kempaan 60-80/menit dan napas buatan dalam waktu 3 detik.

II. Posisi Sisi Mantap

Setelah penderita kembali siuman, letakkan penderita dalam posisi sisi mantap seperti dalam gambar berikut ini:

1. Tekuk siku ke arah dalam
2. Balikan tubuh penderita ke samping, tekuk lengan penderita sebelah luar supaya posisinya tetap stabil
3. Angkat kepala penderita ke arah belakang dengan cara memegang kening dan dagunya.
4. Letakkan tangan penderita di bawah pipi untuk menjaga posisi ini. Usahakan posisi mulut tetap terbuka.

Kemudian segera kontak Notarzt (dokter darurat) . Untuk di Jerman pilih Nomor 112 .

Bila Benda Asing Masuk ke Dalam Tubuh

Submitted by KHARISMA on Sun, 2006-01-01 00:00. Berita

Anak kecil atau balita sangat suka memasukkan benda asing terutama melalui mulut. Bila benda asing masuk melalui mulut, kemudian ke tenggorokan dan yang lebih berbahaya bila masuk ke saluran pernapasan, anak berada dalam bahaya. Oleh karena itu jauhkan benda-benda kecil dari jangkauan anak usia merangkak sampai usia 3 tahun. Namun benda asing tidak hanya dapat masuk melalui mulut tapi juga masuk melalui hidung telinga atau mulut.

  1. Kritis : benda asing masuk ke dalam saluran pernafasan
  2. Benda asing dalam hidung atau telinga
  3. Mengambil benda asing kecil dalam mata

1. Kritis: benda asing masuk ke dalam saluran pernafasan

Tubuh kita memiliki mekanisme alami bila benda asing masuk ke dalam saluran pernapasan. Dengan batuk yang kuat, benda asing akan keluar denagn sendirinya. Bila tidak juga bisa keluar penderita akan tersedak dan tidak bisa bernafas. Hal ini akan sangat berbahaya sekali. Pertolongan pertama pada kecelakaan semacam ini sangat diperlukan. Sebagai penolong usahakan diri Anda setenang mungkin dan lakukan pertolongan tanpa ragu-ragu:

  1. Sedapat mungkin benda asing dikeluarkan dengan jari
  2. Pukulan di punggung belakang.
  3. Tindakan Perasat heimlich.


Tindakan Perasat Heimlich

Gbr. A.
Penderita dipegang dari belakang di setinggi ulu hati dengan kedua tangan.
Tangan yang satu memegang tangan yang lain
Tekan dengan kuat, sehingga otot ronggga dada (diafragma) naik dan terjadi tekanan tinggi di rongga dada. Tindakan ini dapat mengeluarkan benda asing.

Gbr. B.
Perasat Heimlich dapat dilakukan pada penderita yang duduk di atas kursi.
Penolong berdiri di belakang kursi sambil menyandarkan lutut pada punggung kursi.

Gbr. C.
Perasat Heimlich pada penderita yang berbaring pingsan

2. Benda asing dalam hidung atau telinga

Benda asing yang masuk ke dalam hidung anak kecil atau bayi biasanya tidak selalu dapat segera diketahui. Mengapa? karena dengan sebelah lubang hidung anak masih dapat bernapas.

Hidung yang berdarah, mengeluarkan lendir berbau busuk (bukan karena pilek) dapat dijadikan indikasi masuknya suatu benda asing ke dalam hidung.

Bila anak sudah dapat ,nyingsring` hal ini tidak akan menjadi masalah, karena benda asing dapat keluar dengan sendirinya. Sumbat dengan jari Anda lubang hidung yang sehat (tidak termasuki benda asing). Suruhlah si anak menyingsring.

Bila anak belum dapat melakukannya jangan mencoba mengorek-ngorek hidung dengan harapan benda asing akan keluar. Sebaliknya, dengan melakukan hal ini benda asing akan semakin terdorong ke arah dalam. Dalam kondisi begini segerelah bawa anak ke dokter.

Bila benda asing masuk ke dalam telinga, Anda tidak boleh mengorek-ngorek telinga, hal ini dapat menyebabkan rusaknya genderang telinga.

3. Mengambil benda asing kecil dalam mata

Urut ke arah hidung.
Dengan demikian benda asing akan lebih mudah diambil.
Mata melihat ke atas.
Tarik kulit ke arah bawah
Keluarkan benda Asing dengan ujung tissue yang bersih

Tindakan Pertama pada Kecelakaan saat Berolahraga

Submitted by KHARISMA on Sun, 2006-01-01 00:00. Education

Kecelakaan saat berolahraga membutuhkan penanganan dokter sesegera mungkin. Rasa sakit setelah kecelakaan bukanlah patokan perlu tidaknya penanganan dokter. Hanyalah dokter yang dapat mendiagnosa secara tepat apa yang terjadi sebenarnya. Diagnosa dokter yang tepat sangat diperlukan, terlebih lagi pada luka / kecelakaan di sekitar pundak. Penanganan dini dokter akan mempercepat penyembuhan. Janganlah Anda menunggu berhari-hari. Penyembuhan yang mungkin seharusnya hanya beberapa hari bisa menjadi lebih lama, bahkan berminggu-minggu.

Walaupun penanganan dini dokter menentukan, bukan berarti kita mengabaikan pertolongan pertama pada kecelakaan saat berolahraga. Barangsiapa yang tertangani lebih awal, akan lebih cepat pula fit kembali. Misalnya saja, bila memang dibutuhkan penanganan operasi, maka dokter bisa langsung mengoperasi tanpa harus menunggu sampai pembengkakan mereda. Pembengkakan bisa dihindari bila telah dilakukan tindakan pertolongan pertama. Kecelakaan yang terjadi saat berolahrga adalah terkilir dan kejang otot .

A. Terkilir

1. Istirahat

Sendi anggota tubuh yang terkilir bila tidak diistirahatkan akan menjadi lebih parah lagi. Ligament antara sendi tubuh bila terkilir mengalami penegangan. Sehingga bila tidak diistirahatkan dapat putus, disebut torn ligament (Bänderriss)

2. Kompres dingin

Kompres dingin dapat mengurangi pembengkakan, radang dan rasa sakit.

3. Bebat

Bebat atau penekaan pada tempat yang sakit bila dikombinasikan dengan kompres dingin dapat membantu menghindari pembengkakan. Lebih mudah lagi bila terapi ini Anda lakukan dengan menggunakan kompres pendingin yang siap pakai dari Apothek (K�hlkompress).

(Kompress dingin)

Kompres pendingin terdiri dari garam pendingin dan kantong air. Sebaiknya Anda selalu sedia kompress pendingin ini di kulkas.
Penting Anda perhatikan: jangan letakan kompres pendingin langsung pada permukaan kulit. Karena dapat menyebabkan pembekuan (radang karena dingin).Untuk menghindari radang, bungkus kompress dengan kain. Biasanya dijual juga kantong kain untuk kompress. Bila mengkompress kaki yang mengalami patah tulang, jangan lepas kaus kaki.

4. Naikkan bagian tubuh yang terkilir

Setelah dikompres, bagian tubuh yang keseleo sebisa mungkin dinaikkan setinggi posisi jantung. Segera panggil dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

5. Pertolongan dengan obat-obatan

Bila dokter mendiagnosa terkilir pada persendian, terapi yang paling tepat adalah bebat yang dikombinasikan dengan kompres dingin. Sebagai tambahan bisa gunakan obat-obatan dengan kandungan Ibuprofen atau ‹Asam Acetylsalicyl. Zat ini dapat menyembuhkan pembengakakan. Untuk pengobatan luar bisa digunakan salep atau krem yang mengandung Ibuprofen, Felbinac, Piroxicam atau Asam Flufenamin yang dapat dibeli di Apothek. Tetapi perlu diperhatikan penggunaan obat-obatan ini bisa mengakibatkan sakit maag, karena efek asamnya yang kuat terhadap lambung.
Dari jenis tumbuhan-tumbuhan Arnika Beinwell atau Acmella ciliata juga membantu penyembuhan.

B. Kejang otot betis

Kejang otot betis dapat diatasi dengan dua cara :

1. Posisi tidur

Rentangkan kaki dan pegang jari-jari kaki. Tarik ke arah Anda. Bisa juga Anda tekan telapak kaki Anda pada permukaan yang datar dan keras misalnya pada tembok.

2. Posisi berdiri

Alihkan berat tubuh Anda pada kaki yang terkena kejang. Tekuk sedikit lutut secara perlahan-lahan. Anda dapat pula menekankan telapak kaki Anda pada permukaan yang datar dan kuat misalnya tembok.

Anda dapat melakukan terapi kompress dingin pada bagian otot kejang. Setelah itu barulah Anda dapat lakukan terapi hangat (misalnya dengan balsam) untuk membantu memperlancar aliran darah. Bila aliran darah lancar kejang otot berkurang.

Kejang betis sangat tidak mengenakkan tapi tidak menyebabkan resiko kesehatan lebih lanjut. Biasanya kejang otot terjadi bila si penderita kurang melakukan pemanasan sebelum berolahraga atau kurang terlatih melakukan olahraga yang lebih lama atau berat. Untuk itu lakukanlah pemanasan dengan benar sebelum anda berolahraga dan lakukan sesuai kesanggupan.

Sekilas tentang kejang otot

Kejang otot terjadi karena otot-otot tidak cukup dialiri darah, sehingga pertukaran zat-zat mineral dalam tubuh tidak dapat berlangsung dengan cepat. Penyebab lain adalah kekurangan mineral. Saat bekerja, otot memerlukan zat-zat mineral seperti natrium, kalsium magnesium atau kalium. Ketika tubuh berkeringat zat-zat mineral ini, terutama natrium, ikut larut dengan keluarnya keringat. Zat-zat mineral tidak hanya keluar melalui keringat tapi juga melalui pembuangan urin. Oleh sebab itu obat cuci perut atau sejenisnya dapat menaikkan resiko kejang otot.

Bukan hanya olahragawan yang sering terkena kejang otot tapi juga kelompok usia tua dan ibu-ibu hamil. Hal ini disebabkan kekurangan magnesium. Untuk menghilangkannya dokter memberikan terapi magenesium. Sebelum anda melakukan terapi magnesium sebaiknya tanyakan dulu ke dokter, apakah terapi ini dapat menimbulkan efek samping. Terlebih lagi bila Anda mengidap sakit ginjal, menjalani terapi penyembuhan jantung maupun darah tinggi. Bila memang ternyata Anda tidak kekurangan magnesium, penggunaan suplemen magnesium yang berlebihan justru berdampak negatif.

indakan Tepat Pada Saat Yang Tepat

Submitted by KHARISMA on Sun, 2006-01-01 00:00. Education

Secara umum tindakan ABC seperti pada tulisan bagian pertama dapat dilakukan pada jenis kecelakaan apa saja bila memang diperlukan. Tindakan-tindakan khusus menurut jenis kecelakaan dapat Anda ikuti dalam tulisan berikut. Usahakanlah tindakan-tindakan dilakukan secara tenang dengan pikiran tenang tindakan dapat dilakukan secara benar.

Kasus apa saja yang dibahas disini?

  • Perdarahan
  • Luka bakar/melepuh
  • Tersetrum
  • Tenggelam
  • Patah tulang

A. Perdarahan

Bila terjadi perdarahan di hidung atau mimisan.

  • Dudukkan penderita. Bisa juga dalam posisi berdiri (jangan dibaringkan).
  • Tundukkan kepala penderita sedikit ke depan taruh kompres dingin di leher bagian belakang.
  • Usahakan untuk sering mengganti kompres sehingga bagian belakang leher tetap dingin.
  • Kompres panas justru akan memperbanyak perdarahan.
  • Biasanya perdarahan akan berhenti setelah 4-5 menit.

Bila perdarahan terjadi pada jari /tangan angkat jari/tangan tinggi-tinggi.

Bila terjadi perdarahan banyak.

  • Yang pertama harus anda lakukan adalah menenangkan penderita agar tidak terlalu banyak bergerak.
  • Jangan buang waktu dengan mencari-cari tissue atau kain pembalut.
  • Setelah penderita tenang barulah Anda lakukan sbb.:
    1. Baringkan penderita.
      Usahakan bagian tubuh yang terluka dalam posisi yang lebih tinggi dari tubuhnya. Dengan demikian aliran darah ke tubuh yang terluka akan mengalir lebih lambat.
    2. Bila pada luka terdapat potongan kaca atau benda lain.
      • Tekan bagian bawah dan atas luka.
      • Jangan tekan langsung pada lukanya.
    3. Bila perdarahan berhenti jangan bersihkan darah-darah yang mengering pada permukaan luka. Darah yang mengering merupakan reaksi alami tubuh untuk mencegah perdarahan lebih lanjut.
    4. Bebat luka/Tekan luka dengan sepotong kain bersih. Setelah itu segera panggil dokter atau bawa ke rumah sakit.

Contoh tindakan pada perdarahan:

  1. Perdarahan.
  2. Tinggikan anggota yang bersangkutan dan lakukan penekanan setempat (1). Bila perlu berikan tekanan pada arteri (2)
  3. Letakan gulungan pembalut di bawah balut tekan untuk memberikan tekanan setempat

B. Luka bakar/melepuh
Melepuh terjadi bila sebagian kecil kulit terkena air mendidih atau sesuatu yang panas. Untuk hal ini biasanya pertolongan pertama sudah mencukupi. Pertolongan pertama pada luka bakar yang ringan atau melepuh adalah sbb.:

  1. Dinginkan luka dengan air mengalir selama kurang lebih 20 menit.
    Pendinginan yang konstan dapat menghindari penyebaran panas pada permukaan kulit.
  2. Bila cara di atas tidak memungkinkan, misal Anda dalam perjalanan Anda dapat menggunakan Brandwundenspray yaitu spray untuk luka bakar yang tersedia di apotik.
  3. Jangan olesi sembarangan pada luka
    Jangan oleskan krem, minyak atau sembarang salep dan jangan pergunakan kapas pada permukaan luka karena dapat menempel
  4. Hindari infeksi
    Untuk menghindari infeksi pada luka bakar Anda dapat mengoleskan salep atau krem khusus: desinfizierende Wundgele salep desinfektan khusus luka bakar. Tersedia di apotik
  5. Biarkan luka terbuka
    Bila luka bakar atau kulit yang melepuh kecil usahakan luka tetap terbuka agar mudah kering. Namun hal dilakukan bila memang infeksi relatif kecil terjadi. Bila luka bakar atau melepuh seluas atau lebih luas dari dua kali telapak tangan Anda perlu segera penanganan dokter. Dalam hal ini pertolongan pertama saja tidaklah mencukupi.

C. Tersetrum

Tersetrum terjadi bila seseorang memegang alat elektronik atau kabel listrik yang rusak, bila sudah terjadi begitu otot-otot tangan tidak bisa lagi melepas benda yang menyebabkan penderita tersetrum. Bila Anda memegang penderita tanpa sebelumnya mematikan aliran listrik maka Anda akan terkena strum. Tindakan apa yang dapat Anda lakukan?

  1. Segera matikan aliran listrik. Cabut steker. Atau matikan sikring pusat. 
  2. Jauhkan penderita dari sumber listrik. Untuk dapat memegang penderita tanpa kesetrum anda memerlukan benda yang tidak bisa mengantarkan listrik. Gunakan misalnya, sarung tangan karet yang kering (air juga dapat mengantarkan listrik !!), atau tongkat sapu. (lihat gbr disamping).
  3. Periksa apakah penderita masih bernapas dengan normal. Bila tidak lakukan pernapasan mulut. 
  4. Bila penderita masih bernapas dengan normal baringkan dengan posisi sisi mantap . Yaitu miringkan penderita ke sisi kanan, tangan kiri penderita letakkan di pipi kanan.Hal ini dilakukan supaya penderita bisa bernapas spontan (tidak tertutup oleh lidah ).
  5. Hubungi segera dokter atau ambulans
  6. Letakkan kain atau pakaian yang kering dan tidak berbulu pada permukaan luka.

D. Tenggelam

Bagi anak kecil atau bayi sudah dapat dikatakan tenggelam bila seluruh mukanya tenggelam dalam genangan air yang tidak terlalu dalam, misalnya kolam di kebun. Bila air dalam jumlah banyak tertelan penderita terancam bahaya, Anda dapat melakukan pertolongan pertama sbb.:

  1. Angkat kepala atau tubuh penderita dari air, sehingga air dapat keluar dari saluran pernafasan.
  2. Bila diperlukan lakukan pernapasn mulut. Walaupun penderita sudah tidak bernapas dalam waktu yang agak lama pernapasan mulut dapat kembali menormalkan pernapasan.
  3. Bila pernapasan sudah kembali normal dudukkan penderita
  4. Hubungi segera dokter atau ambulans.

E. Patah tulang

Patah tulang terdiri dari dua jenis, yaitu patah tulang terbuka dan petah tulang tertutup. Yang dimaksud patah tulang terbuka ialah patah tulang disertai luka pada permukaan kulit. Sedangkan yang dimaksud patah tulang tertutup adalah patah tulang tanpa disertai luka.

Jatuh dari pohon atau tempat tinggi (misal sehabis meloncat) biasanya hanya menyebabkan patah tulang tertutup.

Anda dapat membedakan antara patah tulang dan keseleo biasa antara lain dengan tanda-tanda sbb:

Biasanya pada patah tulang terdapat:
– Rasa sakit yang amat sangat
– Bagian tubuh yang bersangkutan tidak bisa digerakkan

Untuk penanganan lebih lanjut segera panggil dokter atau ambulans, usahakan penderita jangan bergerak sedikitpun. Jangan beri minum atau makan bagi penderita, siapa tahu diperlukan penangan operasi yang membutuhkan bius total.
Penanganan medis terlebih lagi sangat urgen bila saat jatuh diawali dengan posisi kepala dibawah.

Walaupun penderita tidak merasa sakit perhatikan gejala-gejala yang terjadi setelah jatuh. Misalnya muntah, sakit kepala, keluar darah atau cairan dari hidung atau telinga, sesak napas dan tanda-tanda terhambatnya gerakan tubuh. Bila anda menemukan salah satu diantara gejala diatas segera hubungi dokter atau ambulans.

Pertolongan Pertama I
Jumat, 28 Oktober 2005

Salah satu hal penting dalam pemberian Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah memeriksa Bahaya, Respon, Saluran Udara, Pernafasan, dan Sirkulasi, atau dalam bahasa Inggrisnya disingkat DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing and Circulation).

Bahaya 
Untuk diri sendiri : jangan membahayakan diri sendiri dalam memberikan pertolongan pertama (misal : P3K untuk korban sengatan listrik, kecelakaan lalu lintas, terbakar dll)
Untuk orang lain : jangan biarkan orang lain terancam bahaya
Untuk korban : jauhkan korban dari bahaya (misal : sumber listrik, jalan raya, sumber api dll)

Respon 
Periksa apakah korban dapat merespon kita dengan menggoyang dan berteriak
Apakah korban sadar ?
Apakah korban setengah sadar atau bingung ?
Apakah korban tidak sadar tapi memberikan reaksi pada kita ? Apakah korban tidak sadar dan tidak bereaksi ?

Saluran udara
Apakah saluran udara terbuka ?
Apakah korban bernafas ?
Apakah ada benda yang dapat menyumbat saluran udara, seperti darah / muntah ?

Pernafasan :
Periksa apakah korban bernafas dengan :
-Lihat naik turunnya dada korban
-Dengarkan bunyi nafas korban
-Rasakan pernafasan dengan meletakkan tangan pada dada

Sirkulasi :
-Adakah denyut nadi leher ?
-Apakah denyut nadi leher kuat dan beraturan ?
-Apakah korban kehilangan darah yang banyak ?

Apabila korban sadar, beri pertolongan sesuai dengan gejala.

Apabila korban tidak sadar dan bernafas, letakkan pada posisi stabil dan beri pertolongan pada luka (bila ada).

Apabila korban tidak sadar, tidak bernafas, dan denyut nadi ada, beri pernafasan buatan.

Apabila korban tidak sadar, tidak bernafas, dan tidak ada denyut nadi, berikan CPR (resusitasi jantung paru).

Posisi Stabil (Korban Tidak Sadar)

Saluran udara pada korban yang tidak sadar dapat tersumbat muntah atau tersumbat lidah. Untuk menghindari hal tersebut, letakkan korban pada posisi yang memastikan terbukanya saluran udara, yaitu posisi stabil.

Posisi stabil adalah posisi korban berbaring pada sisi tubuh, dengan kepala korban sejajar dengan badan (tidak bersandar bantal atau benda lain) dan dagu agak dinaikkan. Posisi ini memastikan tidak tertelannya muntah bila korban muntah, dan menjauhkan lidah dari pintu saluran udara.

Cara meletakkan korban pada posisi stabil:

  • Siapkan korban dengan memeriksa pernafasannya, mengeluarkan benda yang memenuhi kantong, melepaskan kalung dan kacamata
  • Berlutut di samping korban, dan telentangkan satu tangan korban yang dekat dengan kita
  • Tekukkan satu kaki korban (yang jauh dari kita) pada lututnya
  • Dorong kaki korban yang tertekuk dan bahu korban ke arah kita sehingga korban sekarang berbaring pada sisi tubuhnya menghadap kita
  • Letakkan kepala korban pada permukaan, tengadahkan dagunya sedikit

Pertolongan Pertama II
Jumat, 28 Oktober 2005

Seorang pemberi pertolongan pertama bertugas:

  • Memeriksa keadaan tanpa membahayakan diri sendiri, misalnya memeriksa apakah masih ada kabel listrik tegangan tinggi di sekitar korban, atau ada ceceran bahan kimia berbahaya dll.
  • Menenangkan korban dan melindunginya dari bahaya yang mungkin timbul.
  • Jika perlu membawa korban kembali ke tempat tinggalnya atau ke tempat sarana medis terdekat.

Sikap tenang dan percaya diri selama menilai situasi dan melakukan perawatan medis yang diperlukan, akan menentramkan semua orang terutama korban dan membuat mereka yakin ia akan mampu mengatasi situasi.

Seorang pemberi P3K yang bijaksana tidak hanya tergantung dari barang-barang yang ada dalam perlengkapan P3Knya, tetapi ia akan berusaha untuk menggunakan barang apa saja yang ada di sekitarnya, dan apabila perlu ia akan membuatnya sendiri, misalnya tandu darurat, penyangga darurat dan lain-lain.

Hal-Hal Yang Perlu Dicermati:

  • Urutan Kejadian; Bagaimana Kecelakaan Terjadi?, Tanyakan pada korban dan saksi mata.
  • Gejala; Dengar baik-baik segala ucapan korban, apakah ia merasa sakit? Lihat secara jelas, bagian tubuh mana yang mengalami pendarahan?Dapatkah digerakkan?
  • Tanda-Tanda; Periksa korban dari ujung kepala hingga kaki dengan cermat, bandingkan ke dua sisi badan korban. Adakah kejanggalan yang terlihat atau teraba? Apakah korban mengenakan tanda-tanda medis seperti gelang medis
  • Perkecil Resiko terjadinya kecelakaan susulan; misalnya terjadi kecelakaan lalu lintas, perkecil resiko terjadinya kebakaran dengan mematikan stater / kunci kontak, segera siagakan alat pemadam kebakaran. Peringatkan Kendaraan lain yang melewati tempat kejadian, seperti dengan memasang segitiga pengaman atau tunjuk beberapa orang untuk mengatur lalu lintas
  • Saksi Mata

Bila korban mendapat kecelakaan karena:

• Berhubungan dengan Listrik

Bila korban terkena sengatan listrik tegangan rendah, misalnya di ruang tamu, hentikan aliran listrik dengan mematikan sekering atau mencabut stop kontak. Bila hal ini sulit untuk dilakukan, berdirilah pada permukaan yang kering, misalnya gulungan kertas, keset karet dll, dan sentakkan anggota tubuh korban yang terkena aliran listrik tersebut dengan benda yang bukan menghantarkan arus listrik, misalnya tangkai sapu. Kemudian baru lakukan pertolongan pertama seperlunya. DILARANG MENYENTUHKAN KORBAN DENGAN BENDA BASAH, karena air merupakan penghantar listrik yang baik.

• Berhubungan dengan Kendaraan Pengangkut Bahan Kimia

Biasanya kendaraan pengangkut bahan kimia selalu memberikan tanda-tanda peringatan, misalnya apakah cairan yang dimuat mengandung zat beracun, zat mudah terbakar, zat korosif dll. untuk itu kita harus berhati-hati dalam menanganinya. Misalnya kita ragu-ragu untuk menolongnya, usaha paling bagus adalah dengan segera melaporkan kecelakaan tersebut dengan data-data yang ada.

• Berhubungan dengan Binatang Buas atau Berbisa

Sebelum kita melakukan pertolongan pertama, alangkah bijaksananya bila kita terlebih dahulu mengecek apakah binatang tersebut masih ada di tempat kejadian atau sudah pergi.

Pemberian Nafas Buatan
Jumat, 28 Oktober 2005

Pemberian nafas buatan pada korban yang tidak bernafas sangat penting sebab otak mengalami kerusakan bila tidak mendapatkan oksigen lebih dari 3 menit.

Ada beberapa cara pemberian nafas buatan :

  • Mulut ke mulut : pemberian nafas buatan dilakukan dari mulut penolong ke mulut korban (mulut korban tertutup mulut penolong)
  • Mulut ke hidung : dilakukan bila mulut korban mengalami luka, pemberian nafas buatan dilakukan dari mulut penolong ke hidung korban, mulut korban ditutup pada saat udara dihembuskan dan dibuka penghembusan udara keluar
  • Mulut ke hidung dan mulut : dilakukan pada korban anak

Gejala nafas terhenti :

  • Pingsan
  • Nafas terhenti atau bernafas kurang dari 4 ? 5 kali per menit

Prosedur pemberian nafas buatan :

  1. Periksa bahaya sekitar
  2. Gulingkan korban ke arah berlawanan dengan kita, periksa saluran udara
  3. Terlentangkan korban, buka saluran udara
  4. Lihat, dengar dan rasakan apakah korban bernafas (bila bernafas, letakkan pada posisi stabil)
  5. Berikan 5 nafas buatan, periksa naik turunnya dada
  6. Periksa denyut nadi ? Denyut nadi ada
  7. Berikan satu nafas buatan setiap 4 detik (15 nafas per menit)
  8. Untuk anak dan bayi, berikan satu nafas buatan setiap 3 detik (20 nafas per menit)
  9. Periksa denyut nadi setelah 1 menit, kemudian setiap 2 menit
  10. Periksa saluran udara, waspada terhadap muntah

Nafas buatan yang diberikan secara penuh (menghembus dengan penuh) kepada korban dewasa, untuk anak dan bayi, kurangi hembusan karena terlalu banyak udara yang dihembuskan kepada anak dan bayi dapat terarah ke keronkongan dan perut dan menyebabkan muntah. Pemberian nafas buatan kepada anak dan bayi biasa dilakukan dengan memenuhi rongga mulut penolong dengan udara dan mengeluarkannya sedikit demi sedikit ke rongga mulut anak/bayi.

Pemberian nafas buatan dilakukan sampai korban bernafas sendiri, atau sampai bantuan medis datang, atau bila korban mengalami ?cardiac arrest? (jantung berhenti ? ditandai dengan tidak berdenyutnya nadi) maka resusitasi jantung paru (CPR) harus dilakukan.

Cara Melakukan P3K yang Terbaik
Jumat, 28 Oktober 2005

Sampai sekarang ini, banyak mitos seputar pertolongan pertama pada kecelakaan, yang diterapkan oleh orangtua. Anjuran atau saran dari mulut ke mulut ini sebenarnya banyak yang keliru, Namun, terlanjur sudah di anggap benar sehingga terus di terapkan. Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ( P3K ) yang harus dihindari.


Membersihkan Luka Teriris Dengan Peroxide atau Alkohol

Salah : Sebab, saat dioleskan keluka yang terbuka, akan menimbulkan rasa yang sangat perih.

Penanganan yang Terbaik : Bersihkan luka dengan air. Lalu oleskan salep antibiotik, dan tempelkan bandage.

Mengoleskan Mentega Pada Luka Bakar

Salah : Sebab, mentega berperan sebagai pengunci pada kulit, dapat menyebabkan panas terus bertahan dan memperburuk luka bakar. Selain itu, juga meningkatkan risiko infeksi.

Penanganan yang Terbaik : Siram atau letakkan bagian yang terkena panas dibawah air yang mengalir, misalnya kran air sekitar 1 menit lamanya. Atau kompres bagian yang terkena dengan lap basah. Sesudah itu, oleskan lotion antibakteri untuk mencegah infeksi. Tutuplah daerah yang terkena dengan bandage steril dan kering. Lalu hubungi dokter.

Memindahkan Anak yang Jatuh Dengan Cedera Kepala, atau Punggung, Ketempat yang Lebih Tinggi dari Tinggi Badannya

Salah : Sebab, jika tulang punggungnya cedera, bisa menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

Penanganan yang Terbaik : Bila anak Anda kesakitan atau tidak sadar, segera panggil ambulance atau bawa ke rumah sakit. Usahakan untuk membuat anak Anda tetap diam. Kendatipun dia masih dapat berdiri dan berjalan seperti biasa, tetap bawa ke dokter. Anak dengan cedera parah, seperti tulang selangka patah, kadang masih bisa berjalan selama beberapa hari tanpa merasakan adanya masalah.

Mengeluarkan Kotoran Seperti Debu, Tanah atau Pasir dari Mata Anak

Salah : Sebab, Anda bisa menggores mata anak Anda dan menggurat kornea mata anak Anda.

Penanganan yang Terbaik : Bersihkan mata dengan air dindin, pastikan kepala anak Anda dimiringkan sehingga mata yang terkena berada pada posisi yang rendah dan kotoran tidak terbawa ke dalam mata. Jika kotoran tetap tinggal di dalam, atau anak Anda merasa sakit, mata merah, bengkak atau mengeluarkan sesuatu dari dalam mata, segera bawa anak Anda ke dokter spesialis anak.

Meletakkan Es Langsung Pada Daerah Cereda

Salah : Sebab, memberikan suhu dingin secara cepat pada otot yang cedera atau disengat serangga dapat menjaga bengkak dan rasa sakit pada tingkat minimum. Tetapi, jangan letakkan es lengsung pada kulit. Cara ini bisa menimbulkan rasa terbakar.

Penanganan yang Terbaik : Masukan segenggam es batu ke dalam kantong plastik. Lalu bungkus kantong dengan saputangan handuk atau lap basuh dari handuk. Kemudian kompreskan di atas luka sekitar 15 menit lamanya.

KETRAMPILAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

PENDAHULUAN

1. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang memberikan bekal peserta didik dalam hal pengalaman :

a. Kewajiban diri untuk mengamalkan kode kehoramatan pramuka

b. Kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain

c. Kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan Pramuka di masyarakat

2. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan merupakan seperangkat ketrampilan dan pengetahuan kesehatan yang praktis dalam memberikan bantuan pertama kepada orang lain yang sedang mengalami musibah, antara lain pada pasien yang :

a. Berhenti bernafas

b. Pendarahan parah

c. Shok

d. Patah tulang

3. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Pengetahuan Praktis tentang Kesehatan merupakan alat pendidikan bagi para pramuka sesuai selaras dengan perkembangannya agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan keluarga serta lingkunganny, dan mempunyai kemampuan yang mantap untuk menolong orang lain yang mengalami kecelakaan.

MATERI POKOK

1. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

a. P3K bagi pasien yang berhenti bernafas

Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan.

Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban.

Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut :

1) Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas

2) Rahang ditarik sampai mulut terbuka

3) Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.

4) Tiup ke mulut/hidung korban, kepada :

a) Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.

b) Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit

b. P3K bagi korban Sengatan Listrik

1) Penolong hendaknya berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan kering

2) Gunakan tongkat kering/papan kering untuk menarik atau mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban

3) Setelah kontak dengan aliran listrik tiada lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan medis datang

c. P3K bagi pasien yang menderita pendarahan parah

1) Luka hendaknya ditutup kain kasa kompres yang steril, selanjutnya kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti.

Untuk menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa steril, saputangan bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika.

Kalau tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya daripada resiko infeksi.

2) Luka yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak.

3) Pada semua kasus pendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang.

d. Pertolongan Pertama Mengurangi Shok

1) Setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok merupakan reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ-organ penting.

2) Tanda-tanda Shok

a) Denyut nadi cepat tapi lemah

b) Merasa lemas

c) Muka pucat

d) Kulit dingin, kerinagt dingin di kening dan telapak tangan, kadang-kadang pasien menggigil

e) Merasa haus

f) Merasa mual

g) Nafas tidak teratur

h) Tekanan darah sangat rendah

3) Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan cara :

a) Menghentikan pendarahan

b) Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas

c) Memberi nafas buatan

d) Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan

4) Langkah – langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok :

a) Baringan korban dengan posisi kepala sama datar atau lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah aliran darah ke jantung dan otak.

Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas posisi kepala.

b) Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin

c) Usahakan pasien tidak melihat lukanya

d) Pasien/penderita yang sadar, tidak muntha dan tidak mengalami luka di perut, dapat diberi larutan shok yang terdiri dari :

– 1 sendok teh garam dapur

– ½ sendok teh tepung soda kue

– 4-5 gelas air

– dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi kental/teh

e) perlakukan pasien dengan lemah lembut, sebab rasa nyeri akibat penanganan yang kasar bisa menjerumuskan korban pada shok yang lebih parah.

f) Cepat-cepat panggil dokter

e. P3K patah tulang

1) Tanda-tanda patah tulang

a) Penderita tidak dapat menggerakkan bagian yang luka

b) Bentuk bagian yang terkena tampak tidak normal

c) Ada rasa nyeri kalau digerakkan

d) Kulit tidak terasa kalau disentuh

e) Pembengkakkan dan warna biru di sekitar kulit yang luka

2) Pedoman umum pertolongan pertama terhadap patah tulang

a) Pada umumnya patah tulang tidak pernah sebagai kasus darurat yang membutuhkan pertolongan segera, kecuali demi penyelamatan jiwa korban. Sebaiknya jangan menggerakkan atau mengganggu penderita, tunggu saja sampai dokter atau ambulans datang.

b) Kalau korban harus dipindahkan dari tempat yang membahayakan, pindahkan korban dengan cara menarik tungkai atau ketiaknya, sedang tarikannya harus searah dengan sumbu panjang badan

c) Kemudian lakukan memeriksa apakah ada luka-luka lainnya :

– hentikan pendarahan serius yang terjadi

– usahakan korban terhindar dari hambatan pernapasan

– upayakan lalu lintas udara tetap lancer

– jika diperlukan buatlah nafas buatan

– jangan meletakkan bantal di bawah kepala, tapi letakkanlah di kiri kanan kepala untuk menjaga agar leher tidak bergerak

d) Kalau bantuan medis terlambat, sedang penderita harus diangkat, jangan mencoba memperbaiki letak tulang.

Pasanglah selalu pembelat (bidai) sebelum menggerakkan atau mengangkat penderita.

3) Macam-macam patah tulang dan pertolongan pertamanya

a) Patah lengan bawah Pergelangan Tangan

• Letakkan perlahan-lahan lengan bawah tersebut ke dada hingga lengan membentuk sudut 90 derajat dengan lengan atas, sedang telapak tangan rata di dada

• Siapkan 2 pembelat ( bidai ) yang dilengkapi dengan kain pengempuk, satu untuk membelat bagian dalam, sedang yang lain untuk membelat bagian luar

• Usahakan pembelat merentang dari siku sampai ke punggung jemari

• Aturlah gendongan tangan ke leher sedemikian rupa sehingga ketinggian ujung-ujung jari hanya 7,5-10 cm dari siku

Patah Tulang lengan Atas (siku ke bahu)

• Letakkan tangan perlahan-lahan ke samping tubuh dalam posisi sealamiah mungkin

• Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menempel perut

• Pasang satu pembelat (bidai) yang sudah berlapis bahan empuk di sebelah luar lengan dan ikatlah dengan 2 carik kain di atas dan di bawah bagian yang patah

• Buatlah gendongan ke leher, tempelkan ke lengan atas yang patah ke tubuh dengan handuk atau kain yang melingkari dada dan belatan (bidai)

c) Patah Tulang Lengan Bawah

Letakkan pembelat (bidai) berlapis di bawah telapak tangan, dari dekat siku sampai lewat ujung jemari.

d) Patah Tulang di paha

• Patah tulang di paha sangat berbahaya, tanggulangi shok dulu dan segera panggil dokter

• Luruskan tungkai dan tarik ke posisi normal

• Siapkan 7 pembalut panjang dan lebar

• Gunakan 2 pembelat papan lebar 10-15 cm yang dilapisi dengan kain empuk

• Panjang pembelat untuk bagian luar harus merentang dari ketiak sampai lutut, sedangkan pembelat untuk bagian dalam sepanjang dari pangkal paha sampai ke lutut.

f. Pembalut dan Pembalutan

1) Pembalut

Macam-macam pembalut :

a) Pembalut kasa gulung

b) Pembalut kasa perekat

c) Pembalut penekan

d) Kasa penekan steril (beraneka ukuran)

e) Gulungan kapas

f) Pembalut segi tiga (mitella)

2) Pembalutan

a) Pembalutan segitiga pada kepala, kening

b) Pembalutan segitiga untuk ujung tangan atau kaki

c) Pembungkus segitiga untuk membuat gendungan tangan

d) Membalut telapak tangan dengan pembalut dasi

e) Pembalutan spiral pada tangan

f) Pembalutan dengan perban membentuk angka 8 ke tangan atau pergelangan tangan yang cidera.

Pembalutan dengan perban membentuk angka 8 ke tangan atau pergelangan tangan yang cidera.

an membentuk angka 8 ke tangan atau pergelangan tangan yang cidera.

Posted May 2, 2011 by raifki in Uncategorized